Laba Bersih Adaro Andalan Indonesia Melonjak 131 Persen

Smallest Font
Largest Font

PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) membukukan peningkatan laba bersih sebesar 131 persen secara kuartalan menjadi US$330 juta pada kuartal II-2026, seperti dilansir dari Investor Daily pada Senin (31/8/2026). Hasil tersebut mendorong pencapaian laba bersih perusahaan batu bara termal nasional ini sepanjang semester I-2026 mencapai US$473 juta.

Pertumbuhan kinerja keuangan pada tiga bulan kedua tahun 2026 tersebut tercatat naik 42 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Secara kumulatif, laba bersih semester pertama produsen batu bara ini tumbuh 10 persen secara tahunan, melampaui proyeksi Mandiri Sekuritas dan konsensus analis masing-masing sebesar 53 persen dan 63 persen.

Penguatan laba AADI didorong oleh kenaikan harga jual rata-rata (ASP) sebesar 21 persen secara tahunan pada kuartal kedua, di samping pertumbuhan volume penjualan yang naik 2 persen. Total pendapatan perusahaan pada kuartal II-2026 mencapai US$1,5 miliar atau naik 22 persen, sehingga akumulasi pendapatan semester I-2026 menyentuh US$2,5 miliar.

"Pendapatan AADI kuartal II-2026 US$ 1,5 miliar, naik 22%, sehingga akumulasinya mencapai US$2,5 miliar, tumbuh 6%, setara 51% dan 47% proyeksi Mansek dan konsensus untuk setahun penuh," tulis Mandiri Sekuritas.

Catatan operasional Mandiri Sekuritas menunjukkan total volume penjualan batu bara AADI selama paruh pertama tahun ini mencapai 33,5 juta ton, atau turun tipis 1 persen. Namun, kenaikan ASP sebesar 10 persen menjadi US$71,1 per ton mampu menopang pendapatan perseroan. Biaya kas (cash cost) di luar royalti diperkirakan mencapai US$38,9 per ton.

Pemasaran batu bara AADI dialokasikan sebesar 30 persen untuk pasar domestik, sementara 70 persen sisanya ditujukan untuk pasar ekspor. India dan China menjadi negara tujuan ekspor terbesar dengan porsi masing-masing 19 persen dan 9 persen dari total penjualan.

Atas pencapaian tersebut, Mandiri Sekuritas menetapkan rekomendasi beli untuk saham AADI dengan target harga Rp13.500 per saham. Penilaian positif ini didasari oleh struktur biaya perusahaan yang efisien serta risiko pemangkasan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) yang tergolong rendah.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed