KPK Tangkap Bupati Pemalang Anom Widiyantoro dalam OTT

Smallest Font
Largest Font

Komisi Pemberantasan Korupsi mengamankan Bupati Pemalang Anom Widiyantoro dalam operasi tangkap tangan yang digelar pada Selasa, 28 Juli 2026. Penangkapan tersebut menambah daftar kepala daerah yang terjerat penindakan lembaga antirasuah sepanjang tahun 2026. Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Fitroh Rohcahyanto mengonfirmasi penindakan terhadap Anom Widiyantoro tersebut.

Namun, pihak penegak hukum belum membeberkan detail konstruksi perkara maupun pihak lain yang turut diamankan. "Benar," kata Fitroh kepada CNNIndonesia.com, dikutip CNBC Indonesia pada Rabu, 29 Juli 2026.

Penangkapan Anom menjadikannya sebagai kepala daerah ke-12 yang terkena operasi tangkap tangan oleh lembaga antirasuah sepanjang tahun 2026. Kepala daerah yang lahir pada 20 Maret 1970 itu sebelumnya dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara pada 20 Februari 2025 bersama Wakil Bupati Nurkholes, setelah diusung oleh koalisi Partai Golkar, Perindo, PSI, Gelora, dan Partai Buruh.

Sebelum memimpin Kabupaten Pemalang, Anom memiliki rekam jejak panjang di dunia korporasi. Ia menempuh pendidikan Sarjana Manajemen Keuangan di Universitas Diponegoro pada 1996 dan Magister Ekonomi dan Bisnis di Universitas Padjadjaran pada 2005. Karier profesionalnya dimulai di PT Wijaya Karya (WIKA) sejak 1996 hingga 2021 dalam berbagai posisi strategis, lalu berlanjut sebagai Direktur Keuangan, Human Capital, dan Manajemen Risiko PT Hotel Indonesia Property pada periode 2021 hingga 2024.

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara yang dilaporkan kepada penyidik, Anom tercatat memiliki total kekayaan bersih sebesar Rp21,3 miliar. Aset tersebut didominasi oleh 18 bidang tanah dan bangunan senilai Rp12,2 miliar yang tersebar di Pemalang, Jakarta Timur, Surabaya, Semarang, Bandung, hingga Gianyar.

Selain aset properti, rincian harta Anom mencakup kepemilikan kendaraan bermotor seperti Mercedes-Benz dan Harley-Davidson senilai Rp1,1 miliar, harta bergerak lainnya Rp440 juta, surat berharga Rp902,2 juta, kas dan setara kas Rp782,2 juta, serta aset lainnya senilai Rp7 miliar. Total keseluruhan aset mencapai Rp22,5 miliar sebelum dikurangi kewajiban utang sebesar Rp1,2 miliar.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed