Eskalasi Konflik AS-Iran dan Intersepsi Rudal di Yordania Terjadi

Smallest Font
Largest Font

Eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran terus meningkat hingga Senin (20/7/2026), ditandai dengan serangan rudal AS di Selat Hormuz serta intersepsi rudal Iran yang mengarah ke Yordania dan Israel. Situasi ini telah memicu ketegangan regional, termasuk laporan jatuhnya korban jiwa di pihak personel militer Amerika Serikat. Militer Israel mendeteksi rudal yang diluncurkan dari Iran menuju kota Aqaba di Yordania. Pihak militer memperingatkan mengenai adanya kemungkinan "dampak lanjutan" ujar militer Israel.

Bersama dengan Yordania, pasukan Israel bekerja sama mencegat proyektil tersebut. Tindakan teknis diambil untuk meminimalisir risiko jatuhnya pecahan di wilayah padat penduduk.

"meluncurkan beberapa pencegat ke arah puing-puing rudal untuk mencegah dampak puing-puing di wilayah Israel" kata juru bicara militer Israel. Pencegatan tersebut berhasil dilakukan tanpa menimbulkan dampak fatal di area tersebut.

"Akibatnya, pecahan rudal pencegat ditemukan di area terbuka dekat kota Eilat. Tidak ada kerusakan atau korban luka yang dilaporkan," ungkap militer Israel. Di sisi lain, militer Yordania menyatakan telah berhasil menembak jatuh rudal yang mengarah ke wilayah kerajaan.

"tiga rudal Iran yang menargetkan wilayah kerajaan tersebut" ujar militer Yordania. Terkait laporan evakuasi bandara dan pelabuhan di Aqaba, Juru bicara pemerintah Yordania membantah adanya perintah resmi tersebut. "pihak berwenang belum mengeluarkan keputusan apa pun untuk mengevakuasi Bandara Aqaba atau pelabuhan, dan keduanya beroperasi normal" kata Mohammad al-Momani.

Pihaknya memastikan pengawasan keamanan terus dilakukan secara ketat oleh otoritas Yordania.

"Tidak ada potensi ancaman yang tercatat oleh otoritas Yordania dalam beberapa jam terakhir," ungkap Al-Momani. Pemerintah Yordania memastikan fasilitas publik di kota tersebut tidak terganggu operasionalnya. "Bandara dan pelabuhan beroperasi secara normal," tegas Al-Momani.

Sebelumnya, Kedutaan Besar Amerika Serikat di Amman sempat mengeluarkan peringatan bagi warga negara mereka terkait ancaman di Aqaba.

"spesifik dan kredibel" ujar Kedutaan Besar Amerika Serikat di Amman terkait ancaman di Aqaba. Warga AS diminta menghindari perjalanan ke fasilitas tersebut demi alasan keamanan.

"Kami sangat menyarankan seluruh warga Amerika untuk tidak bepergian ke bandara maupun pelabuhan. Tetap ikuti seluruh arahan keamanan dari otoritas Yordania," tulis Kedutaan Besar Amerika Serikat. Sementara itu, Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) mengumumkan dimulainya operasi baru di Selat Hormuz.

"gelombang serangan baru " ujar Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM). Operasi militer tersebut dilakukan untuk memberikan respons atas aktivitas militer Iran di jalur strategis. "melemahkan" kemampuan Iran menyerang kapal-kapal dagang.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyatakan komitmen untuk terus menjaga keamanan jalur pelayaran internasional.

"Selat Hormuz adalah jalur pelayaran internasional, tetapi mereka terus menyerang kapal-kapal yang melintas di sana," papar Marco Rubio. AS tetap membuka pintu untuk penyelesaian situasi yang lebih tenang melalui jalur diplomasi. "Selama Iran bersikeras mengendalikan jalur pelayaran internasional itu, kami akan terus merespons. Amerika Serikat selalu terbuka terhadap solusi diplomatik." kata Rubio.

Dalam perkembangan terbaru, otoritas militer AS juga terus berupaya mengidentifikasi korban yang jatuh akibat serangan sebelumnya di Yordania.

"jenazah yang belum teridentifikasi" ucap juru bicara CENTCOM.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed