Kinerja HRTA Tertekan Margin Meski Pendapatan Semester I 2026 Melesat

Smallest Font
Largest Font
Table of Contents
[ Show ]

Dilansir dari Investor Daily, PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) mencatatkan pertumbuhan pendapatan hingga 124 persen menjadi Rp33,8 triliun pada semester I-2026. Angka tersebut mencakup sekitar 48 persen dari estimasi MNC Sekuritas maupun konsensus analis.

Meskipun pendapatan melonjak tajam, realisasi laba bersih HRTA berada sedikit di bawah ekspektasi pasar. Perolehan laba bersih hingga kuartal II-2026 tercatat sebesar Rp267 miliar, atau tumbuh 34 persen secara tahunan.

Secara kumulatif, total laba bersih HRTA sepanjang semester I-2026 menyentuh angka Rp700 miliar, meningkat 100 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pencapaian ini baru memenuhi 46,8 persen dari target setahun penuh yang diproyeksikan oleh MNC Sekuritas.

Penurunan margin menjadi penyebab utama perolehan laba bersih berada di bawah estimasi. Margin keuntungan pada kuartal II-2026 menyusut menjadi 2,7 persen, turun dari posisi 3 persen pada kuartal I-2026 dan 3,6 persen pada kuartal IV-2025. Penurunan cukup dalam terjadi pada margin wholesale yang melorot dari 3,7 persen menjadi 2,9 persen.

Merespons kondisi tersebut, manajemen HRTA memangkas panduan pertumbuhan pendapatan tahun 2026 menjadi 40 hingga 60 persen. Target volume penjualan emas juga dipandu pada rentang 25 sampai 28 ton. Penyesuaian ini mendorong MNC Sekuritas menurunkan proyeksi volume penjualan emas HRTA sebesar 17,9 persen menjadi 26,3 ton untuk tahun 2026.

Katalis Positif dari Bank Emas dan ETF Emas

Prospek saham HRTA dinilai masih sangat solid berkat kehadiran sejumlah katalis positif di industri logam mulia. Rencana peluncuran dua bank emas baru pada paruh kedua 2026 atau awal 2027 diprediksi memberi dampak menguntungkan bagi perseroan. Momentum tersebut melengkapi jejak institusi yang sudah berjalan seperti BSI dan Pegadaian.

Pengembangan ekosistem bullion juga didorong oleh dimulainya era perdagangan ETF emas syariah yang mengintegrasikan pasar modal dengan industri emas. Selain itu, pergerakan harga emas global diperkirakan telah menyentuh level terendah pada kisaran US$4.400 hingga US$4.600 per oz sepanjang tahun 2026.

MNC Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli untuk saham HRTA dengan target harga Rp2.800 per saham. Penilaian ini didasarkan pada price to earnings ratio (PER) sebesar 9,5 kali untuk tahun 2026 dan 8,7 kali untuk tahun 2027, dengan potensi kenaikan mencapai 28 persen dari harga Rp2.180.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed