AS dan Venezuela Sepakati Kerja Sama Minyak 25 Tahun

Smallest Font
Largest Font

Presiden sementara Venezuela Delcy Rodriguez mengumumkan kesepakatan energi bilateral dengan Amerika Serikat yang berlaku selama 25 tahun pada Sabtu, 29 Agustus 2026. Kerja sama ini menargetkan peningkatan produksi minyak mentah hingga 1,5 juta barel per hari di Caracas.

Perjanjian tersebut mencakup pengembangan 17 ladang minyak strategis di seluruh wilayah Venezuela. Pemerintah Amerika Serikat bakal mendukung pendanaan melalui Kantor Modal Strategis Pentagon, sementara perusahaan North American Blue Energy Partners milik pengusaha Alejandro Betancourt López diperkirakan memimpin operasional.

Langkah ini merupakan ekspresi keterlibatan langsung pemerintahan Presiden Donald Trump di industri minyak Venezuela sejak operasi pengamanan eks Presiden Nicolás Maduro pada Januari lalu. Langkah ini diharapkan mampu memulihkan sektor energi setempat sekaligus menurunkan harga bahan bakar di Amerika Serikat.

Dalam pidatonya di siaran televisi pemerintah VTV, Rodriguez menyambut baik kesepakatan tersebut karena dinilai mampu membangkitkan perekonomian nasional serta menambah pendapatan negara secara signifikan.

"Proyek bilateral 25 tahun ini membayangkan pengembangan 17 ladang minyak strategis dengan target produksi lebih dari 1,5 juta barel per hari," kata Delcy Rodriguez, Presiden Sementara Venezuela.

Ia menjelaskan bahwa angka target produksi tersebut bersifat khusus untuk perjanjian bilateral dua negara. Pemerintah Venezuela juga memproyeksikan potensi pendapatan negara mencapai sekitar 209 miliar dolar AS berdasarkan asumsi harga minyak 65 dolar AS per barel.

"Angka itu berhubungan semata-mata dengan perjanjian bilateral antara Venezuela dan Amerika Serikat," kata Delcy Rodriguez, Presiden Sementara Venezuela.

Rodriguez menegaskan bahwa kerja sama ini tetap menjaga kedaulatan negara atas sumber daya alam di tengah pemanfaatan modal dan teknologi asing.

"Hal itu tetap mempertahankan kepemilikan dan kedaulatan atas sumber daya alam kita, sembari memanfaatkan modal, teknologi, dan keahlian operasional untuk mendukung pemulihan industri strategis yang terdampak parah oleh sanksi," kata Delcy Rodriguez, Presiden Sementara Venezuela.

Di sisi lain, Presiden Donald Trump menyebutkan bahwa Amerika Serikat berhasil mengamankan kendali mayoritas atas sebagian besar cadangan minyak terbukti Venezuela yang mencapai lebih dari 65 miliar barel melalui kemitraan swasta.

Saat ini Venezuela mengantongi cadangan minyak terbukti terbesar di dunia, namun produksi harian hanya berkisar 1,25 juta barel per hari akibat sanksi dan keterbatasan investasi. Pejabat Venezuela dijadwalkan menandatangani hak eksplorasi baru pekan depan, dengan melibatkan sejumlah perusahaan termasuk Chevron.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed