AS dan Venezuela Sepakati Perjanjian Kelola Cadangan Minyak 25 Tahun

Smallest Font
Largest Font

Presiden interim Venezuela Delcy Rodriguez dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyepakati kerja sama pengelolaan cadangan minyak selama 25 tahun untuk memulihkan industri energi Venezuela yang terdampak sanksi internasional. Kesepakatan tersebut menargetkan peningkatan produksi harian nasional melampaui 1,5 juta barel melalui pengembangan 17 ladang minyak strategis, termasuk delapan blok baru di Sabuk Minyak Orinoco seluas 55 ribu kilometer persegi. Pemerintah Venezuela menetapkan skema pendaftaran pendapatan negara sebesar 19 dolar AS dari setiap barel yang dijual, dengan potensi penerimaan hingga 209,335 miliar dolar AS berdasarkan asumsi harga minyak 65 dolar AS per barel.

Skema kerja sama energi tersebut memuat ketentuan royalti minimal sebesar 16 persen serta pengenaan pajak penghasilan sebesar 34 persen bagi para operator.

Sebanyak lima perusahaan energi multinasional meliputi Chevron, GE Vernova, ONGC, Eni, dan GeoPark dilaporkan bersiap menandatangani perjanjian final guna merealisasikan investasi senilai hampir 100 miliar dolar AS. Langkah pengamanan pasokan minyak ini diambil Pemerintah AS setelah persediaan Cadangan Minyak Strategis (SPR) menyusut 3,1 juta barel menjadi 286,6 juta barel, yang merupakan level terendah dalam 44 tahun terakhir.

Ketegangan militer di Timur Tengah turut memicu kenaikan harga minyak mentah berjangka Brent sebesar 2,71 persen menjadi 90,49 dolar AS per barel, sementara WTI menguat 2,83 persen ke posisi 85,76 dolar AS per barel. Eskalasi terjadi akibat serangan rudal Iran ke pangkalan udara AS di Yordania yang membatasi lalu lintas kapal komoditas di Selat Hormuz hingga menyisa lima kapal per hari.

Di dalam negeri Venezuela, penataan struktur kepemimpinan terjadi pasca penangkapan mantan Presiden Nicolas Maduro oleh pasukan khusus AS pada Januari, yang kemudian menyerahkan tampuk pimpinan kepada Rodriguez. "Tujuan kami adalah melangkah lebih jauh dengan penandatanganan kesepakatan besar lainnya yang melibatkan perusahaan raksasa seperti Chevron, Repsol, Eni, Shell, dan BP. Kami ingin menjadi kekuatan energi," kata Rodriguez, dilansir Anadolu Agency. Langkah penguatan sektor energi tersebut diarahkan untuk mempercepat proses transformasi ekonomi nasional.

"Harus sangat jelas bahwa Venezuela tetap memiliki kepemilikan dan kedaulatan atas sumber dayanya," ucap Rodriguez.

Penegasan kedaulatan atas aset alam terus disampaikan pemerintah guna menjamin transparansi operasional investasi asing. "Kita akan memukul mereka dengan keras," ujar Trump seperti dikutip oleh reporter Fox News. Pernyataan tersebut dikeluarkan sebagai bentuk peringatan balasan atas aksi militer yang menargetkan posisi pangkalan pertahanan AS.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed