Kementerian Transmigrasi Salurkan Bantuan Rp200 Juta untuk Rehabilitasi MI Al-Ikhtiar di NTT

Smallest Font
Largest Font

Kementerian Transmigrasi menyalurkan bantuan sebesar Rp200 juta untuk mempercepat rehabilitasi MI Al-Ikhtiar di Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, yang mengalami kerusakan akibat gempa pada 15 Agustus 2026.

Bantuan ini diserahkan langsung oleh Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara saat meninjau kondisi madrasah pada 27 Agustus 2026. Gempa tersebut menyebabkan dinding retak dan sebagian bangunan roboh sehingga kegiatan belajar mengajar belum dapat berjalan normal.

Menteri Iftitah menyatakan, "Hari ini saya menyampaikan dukacita dan belasungkawa atas musibah gempa yang terjadi pada 15 Agustus 2026 di NTT. Saya baru saja meninjau madrasah yang sebagian bangunannya ambruk akibat musibah tersebut."

Dia menambahkan pentingnya pemulihan fasilitas pendidikan untuk keselamatan dan masa depan anak-anak. "Setelah melihat langsung kondisinya, kita akan memberikan bantuan Rp200 juta. Apa yang bisa kita lakukan untuk membantu masyarakat, akan kita lakukan," ujar Menteri Transmigrasi.

Kementerian Transmigrasi berkoordinasi dengan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Manggarai Barat agar rehabilitasi dilakukan sesuai kebutuhan dan hasilnya dapat segera dimanfaatkan oleh warga sekolah.

Menteri Iftitah menegaskan, "Yang paling penting bagi rakyat bukan bantuan itu berasal dari PU atau Transmigrasi. Bagi rakyat, yang penting persoalannya memperoleh solusi dan manfaatnya benar-benar terwujud."

Selain MI Al-Ikhtiar, gempa juga berdampak pada 13 satuan permukiman transmigrasi di beberapa kabupaten di NTT, dengan sekitar 1.043 kepala keluarga terdampak dan 1.536 rumah mengalami kerusakan. Kementerian telah menyalurkan bantuan kebutuhan pokok selama masa tanggap darurat dan kini memetakan kebutuhan rehabilitasi fasilitas publik dan rumah.

Dalam kunjungan yang sama, Menteri Iftitah juga mendatangi SDI Nanga Nae di Manggarai Barat dan menyerahkan bantuan sepatu serta boneka panda dari Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia, Wang Lutong. Bantuan sepatu ini diberikan untuk siswa yang masih bersekolah tanpa alas kaki memadai.

Dia mengatakan, "Saya mendapat titipan dari Duta Besar Tiongkok. Beliau bertanya, bantuan apa yang sebaiknya diberikan kepada siswa di sini. Saya sampaikan bahwa sepatu akan sangat bermanfaat bagi mereka."

Menteri Iftitah juga mengajak siswa untuk rajin belajar dan menguasai bahasa asing, khususnya Mandarin, agar dapat memanfaatkan peluang kerja yang muncul dari perkembangan pariwisata di Labuan Bajo.

"Saya melihat banyak wisatawan dari Tiongkok datang ke Labuan Bajo. Adik-adik bisa belajar bahasa Mandarin agar kelak dapat menjadi pemandu wisata atau bekerja di industri pariwisata. Peluang yang tumbuh di daerah ini harus bisa dinikmati oleh masyarakat setempat," ujarnya.

Koordinasi terus dilakukan dengan berbagai kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah agar pemulihan pascagempa tidak hanya memperbaiki bangunan, tetapi juga menghidupkan kembali pendidikan dan kegiatan ekonomi masyarakat, dilansir dari Investor Daily.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed