Kemenperin Buka Suara Soal Ancaman PHK 1500 Buruh Garmen Jawa Tengah

Smallest Font
Largest Font

Kementerian Perindustrian membeberkan pemicu ancaman pemutusan hubungan kerja yang membayangi sekitar 1.500 pekerja di dua pabrik garmen Jawa Tengah, yakni PT Victory Apparel dan PT Samwon, Kamis (30/7/2026), sebagaimana dilansir dari Detik Finance.

Ancaman pemangkasan tenaga kerja tersebut memukul PT Victory Apparel di Kota Semarang yang kian memburuk kondisi keuangannya, serta PT Samwon di Kabupaten Jepara yang memutuskan untuk menutup unit usahanya.

Direktur Industri Tekstil, Kulit, dan Alas Kaki Kemenperin, Rizky Aditya Wijaya, menegaskan bahwa hasil pemantauan langsung di lapangan menunjukkan penurunan pesanan ekspor dari pembeli bisnis menjadi penyebab utama berkurangnya tenaga kerja.

"Dua perusahaan tersebut adalah perusahaan yang berada di kawasan berikat yang produksinya itu diperuntukkan bagi pasar ekspor. Dan yang kedua setelah kami melakukan kunjungan lapangan langsung, kita konfirmasi ke lapangan masalah yang terjadi adalah masalah pesanan B2B ke perusahaan tersebut yang cenderung menurun," kata Rizky dalam konferensi pers di kantor Kemenperin, Jakarta, Kamis (30/7/2026).

Pihak Kemenperin memastikan persoalan ini timbul dari faktor internal pasar ekspor dan bukan akibat serbuan produk impor, sehingga pemerintah berupaya menyalurkan kembali para pekerja terdampak ke pabrik-pabrik baru.

Rizky menambahkan bahwa masuknya modal baru di sektor garmen maupun alas kaki pada 2026 membuka peluang penyerapan kembali para pekerja di wilayah Jawa Tengah.

"Di 2026 ini masih banyak investasi baru baik di sektor garmen maupun alas kaki itu yang masuk ke wilayah Jawa Tengah. Jadi artinya tenaga kerja yang di PHK itu akan kami upayakan dapat langsung terserap oleh perusahaan-perusahaan baru yang berdiri di area sekitar," tuturnya.

Isu pengurangan buruh ini pertama kali mencuat setelah Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia sekaligus Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal, memaparkan data potensi PHK tersebut.

Said Iqbal merinci bahwa PT Victory Apparel yang disokong investor asal China berpotensi memutus hubungan kerja sekitar 800 pekerja, sementara PT Samwon berinvestasi Korea Selatan berencana memangkas sekitar 670 pekerja.

"PT Victory Apparel di Kota Semarang yang diperkirakan berdampak pada sekitar 800 pekerja, serta PT Samwon di Jepara yang berencana melakukan PHK terhadap sekitar 670 pekerja. Informasi ini masih bersifat awal dan akan kami dalami lebih lanjut di lapangan," kata Said Iqbal dalam keterangan tertulis, Kamis (23/7/2026).

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed