Pemerintah Kembangkan PLTP Gunung Ungaran Secara Bertahap Berbasis Kajian

Smallest Font
Largest Font

Pemerintah mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) di Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Gunung Ungaran, Jawa Tengah, secara bertahap berdasarkan hasil kajian teknis dan lingkungan, dilansir dari Investor Daily.

Proyek ini masih dalam tahap eksplorasi dan studi kelayakan. WKP Gunung Ungaran mencakup wilayah Kabupaten Semarang dan Kabupaten Kendal.

Juru Bicara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Dwi Anggia, menyatakan bahwa pengeboran eksplorasi mengacu pada kajian geologi dan geofisika untuk menentukan target reservoir, yang tidak selalu berlokasi tepat di atas sumber panas bumi di permukaan.

"Pengembangan proyek saat ini masih berada pada tahap eksplorasi dan studi kelayakan. Masih terdapat sejumlah tahapan yang harus dilalui, dan setiap tahapan harus didasarkan pada data, kajian teknis, aspek lingkungan, perizinan, serta pertimbangan sosial masyarakat," ujar Dwi.

Menurut Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034, PLTP Gunung Ungaran direncanakan memiliki kapasitas sekitar 55 megawatt (MW) dengan target operasi pada 2031.

Pemerintah juga menegaskan pentingnya pelestarian kawasan cagar budaya, termasuk Candi Gedong Songo, dalam pengembangan proyek.

"Perlindungan cagar budaya menjadi bagian yang harus diperhatikan dalam seluruh proses pengembangan. Setiap rencana kegiatan harus mengacu pada ketentuan zonasi dan prinsip pelestarian yang berlaku," kata Dwi.

Penggunaan lahan untuk pembangkit ini relatif kecil, di bawah 1% dari total wilayah kerja panas bumi. Kebutuhan air dan potensi dampak lingkungan juga menjadi bagian kajian sebelum tahap pembangunan.

Pengembangan panas bumi juga melibatkan pemetaan sosial untuk memahami kondisi masyarakat sekitar dan memastikan keterlibatan mereka sejak awal.

"Pengembangan panas bumi bukan hanya mengenai pengeboran dan pembangkitan listrik. Ada aspek masyarakat, lingkungan, tata ruang, perizinan, keselamatan, dan pelestarian budaya yang harus dipertimbangkan secara terpadu," tegas Dwi.

WKP Gunung Ungaran telah ditetapkan sejak 2007 dengan tahapan pengembangan yang meliputi penelitian, kajian geosains, perizinan, pengeboran eksplorasi, hingga keputusan pembangunan dan operasi.

Pengalaman pengembangan panas bumi di kawasan Dieng yang berjalan seiring dengan aktivitas masyarakat dan pariwisata menjadi pembelajaran penting dalam pengembangan Gunung Ungaran.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed