Kemendag Fasilitasi Business Matching UMKM Senilai Rp 5,95 Triliun

Smallest Font
Largest Font

Kementerian Perdagangan memfasilitasi 1.021 usaha mikro, kecil, dan menengah dengan calon pembeli mancanegara sejak Januari hingga Juli 2026, yang mencatatkan potensi transaksi dan pesanan pembelian sebesar US$ 333,68 juta atau sekitar Rp 5,95 triliun, dilansir dari Investor Daily.

Capaian nilai bisnis tersebut terdiri atas nilai pesanan pembelian atau purchase order sebesar US$ 58,06 juta serta potensi transaksi yang mencapai US$ 275,61 juta. Sebagian dari pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah yang terlibat dalam program penjajakan kerja sama ini bahkan belum pernah melakukan aktivitas ekspor ke luar negeri.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Fajarini Puntodewi, menyampaikan perkembangan fasilitasi bisnis tersebut dalam keterangan resminya.

"Sepanjang Januari-Juli 2026, Kemendag telah mempertemukan lebih dari seribu UMKM dengan buyer dari berbagai negara. Nilai PO dan potensi transaksi tercatat mencapai USD 333,68 juta dan sebagian UMKM tersebut belum pernah mengekspor," ujar Puntodewi.

Secara keseluruhan, Kementerian Perdagangan memfasilitasi 546 kegiatan penjelajahan bisnis. Sebanyak 281 di antaranya berupa presentasi bisnis bersama perwakilan perdagangan Republik Indonesia di 33 negara tujuan ekspor, sedangkan 265 agenda sisanya merupakan sesi pertemuan langsung bersama para pembeli.

Khusus pada periode Juli 2026, tercatat sebanyak 122 agenda pertemuan yang melibatkan 396 pelaku usaha serta 79 pembeli dari 15 negara tujuan ekspor. Negara tujuan tersebut meliputi Malaysia, Inggris, Arab Saudi, India, Amerika Serikat, Nigeria, Meksiko, China, hingga Australia dengan total capaian transaksi mencapai US$ 82,33 juta.

Berbagai komoditas diminati oleh para pembeli, mulai dari fesyen, kerajinan, dekorasi rumah, makanan dan minuman olahan, kopi, furnitur, herbal, pakan ternak, produk susu, sarang burung walet, obat-obatan, kelapa, batu damar, minyak atsiri, hingga arang kelapa dan briket.

Puntodewi menjelaskan bahwa keanekaragaman komoditas serta negara sasaran memperlihatkan besarnya peluang pasar yang siap dimanfaatkan oleh para pelaku usaha nasional.

"Keragaman negara tujuan dan produk yang diminati menunjukkan luasnya peluang ekspor yang dapat dimanfaatkan pelaku UMKM. Oleh karena itu, kami akan terus mengoptimalkan peran perwakilan perdagangan RI dalam mengidentifikasi buyer potensial dan mempertemukannya dengan eksportir Indonesia," kata Puntodewi.

Pelaksanaan kegiatan pada Juli 2026 turut melibatkan berbagai lembaga pembina seperti Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia, Sarinah, Bank Indonesia, Export Center, serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan dari wilayah Jawa Barat dan Jawa Timur.

Langkah penguatan fasilitas pendampingan ini difokuskan untuk mendorong kesiapan para pelaku usaha lokal agar mampu menembus rantai pasok global secara berkelanjutan.

"Kemendag akan terus memperkuat pendampingan dan fasilitasi agar semakin banyak UMKM yang siap masuk pasar global. Kami harap, peluang yang diperoleh melalui business matching dapat berlanjut menjadi kerja sama dagang dan transaksi ekspor yang berkelanjutan," pungkas Puntodewi.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed