Kemenag Gelar Olimpiade Madrasah Indonesia 2026 Sains dan Riset
Kementerian Agama melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Islam menyelenggarakan Olimpiade Madrasah Indonesia 2026 bidang Sains dan Riset yang berlangsung sejak Agustus hingga November 2026. Ajang ini melibatkan peserta didik jenjang Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah, hingga Madrasah Aliyah secara berjenjang dari tingkat satuan pendidikan hingga nasional.
Pelaksanaan OMI 2026 diatur dalam edaran nomor B-152/-/Dt.I.I/HM.01/08/2026 mengenai petunjuk teknis. Kompetisi sains terbuka untuk jenjang MI, MTs, dan MA, sedangkan cabang riset difokuskan bagi siswa MTs dan MA dengan ruang lingkup Ekoteologi, SDGs, serta Transformasi Digital untuk Pembangunan Nasional.
Tahapan OMI Sains diawali sosialisasi pada 21 Agustus 2026 dan seleksi tingkat satuan pendidikan pada 22-26 Agustus 2026. Seleksi tingkat Kabupaten dan Kota dijadwalkan pada awal September 2026, disusul tingkat Provinsi pada Oktober 2026, serta final nasional pada 10-11 November 2026.
Pengunggahan draf proposal riset dibuka mulai 22 Agustus hingga 2 September 2026. Presentasi proposal akan digelar pada 9-11 September 2026, dilanjutkan proses pembimbingan dan pelaksanaan penelitian hingga 20 Oktober 2026 sebelum memasuki tahapan final serta expo pada 10-12 November 2026.
Pihak Kanwil Kemenag Jawa Timur menegaskan bahwa sosialisasi dan seleksi tahap awal di tingkat sekolah menjadi landasan krusial bagi persiapan kompetisi ini.
"Sosialisasi ini sangat penting bagi kami untuk memahami arah dan teknis pelaksanaan OMI Tahun 2026. Setelah mendapatkan informasi secara utuh, kami akan melakukan pemetaan terhadap potensi siswa dan mempersiapkan mereka sesuai bidang yang akan diikuti," kata Waka Kurikulum MTs Miftahul Ulum 2 Bakid, Muhammad Ismail.
Persiapan akademis dan mental para santri di tingkat madrasah terus dimaksimalkan melalui bimbingan intensif.
"Persiapan yang baik akan membantu siswa lebih siap, baik dari sisi pengetahuan maupun mental," kata Waka Kurikulum MAN 1 Muaro Jambi, Suratno.
Langkah serupa dilakukan satuan pendidikan lain untuk menjaring dan melatih delegasi terbaiknya.
"Kami ingin memberikan kesempatan kepada lima kandidat untuk mengikuti pelatihan, memperdalam materi, dan mengukur kemampuan masing-masing," kata Guru Pembimbing MTsN Nias Selatan, Dea Aprilia.
Pada pelaksanaan seleksi internal tingkat sekolah di MTs Muhammadiyah Curup pada 26 Agustus 2026, puluhan santri kelas VII dan VIII mengikuti penyisihan cabang Sains Terintegrasi dan penjaringan draf riset.
"Seleksi di aula madrasah hari ini merupakan langkah awal kita untuk memilih 3 siswa terbaik pada masing-masing bidang studi yang nantinya akan didaftarkan mewakili MTs Muhammadiyah Curup di OMI tingkat Kabupaten/Kota. Kami ingin memfasilitasi potensi besar anak-anak agar mereka percaya diri bertanding dan mampu membawa nama baik madrasah di tingkat daerah maupun nasional," kata Koordinator Tim Akademik MTs Muhammadiyah Curup.
Dalam petunjuk teknis OMI 2026 Bidang Riset, pengiriman karya dibatasi maksimal satu proposal per peserta atau kelompok dengan anggota paling banyak tiga siswa. Madrasah dibatasi mengirimkan maksimal lima proposal per ruang lingkup. Panitia memberlakukan sanksi diskualifikasi tiga tahun berturut-turut bagi madrasah yang terbukti melakukan pelanggaran plagiasi.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow