Kemenag Gelar Olimpiade Madrasah Indonesia 2026 Bidang Sains dan Riset
Kementerian Agama menggelar Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2026 yang berlangsung dari Agustus hingga November 2026, melibatkan peserta didik jenjang MI, MTs, dan MA dalam bidang kompetisi Sains dan Riset. OMI 2026 diselenggarakan secara berjenjang mulai dari tingkat satuan pendidikan, kabupaten/kota, provinsi, hingga nasional dengan jadwal seleksi dan pelaksanaan yang telah ditetapkan oleh Kemenag. Kepala MTsN 1 Bandar Lampung, Hamsir, menyampaikan bahwa keberhasilan dalam OMI merupakan hasil kerja sama seluruh unsur madrasah dan menekankan pentingnya pembina mata pelajaran melakukan pemetaan potensi siswa serta mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kesiapan mental.
"Keberhasilan mengikuti OMI bukan hanya tanggung jawab murid atau pembina secara individual, tetapi merupakan hasil kerja bersama seluruh unsur madrasah," ujar Hamsir.
Wakil Kepala Kurikulum MTs Miftahul Ulum 2 Bakid, Muhammad Ismail, yang mengikuti sosialisasi OMI secara daring oleh Kanwil Kemenag Jawa Timur, menyebutkan bahwa sosialisasi tersebut penting untuk memahami arah dan teknis pelaksanaan OMI 2026. "Sosialisasi ini sangat penting bagi kami untuk memahami arah dan teknis pelaksanaan OMI Tahun 2026. Setelah mendapatkan informasi secara utuh, kami akan melakukan pemetaan terhadap potensi siswa dan mempersiapkan mereka sesuai bidang yang akan diikuti," ujar Muhammad Ismail.
Ia melanjutkan bahwa pembinaan prestasi harus dilakukan secara terarah dan berkelanjutan agar siswa dapat berkembang dan berprestasi. Suratno, Waka Kurikulum MAN 1 Muaro Jambi, menekankan bahwa persiapan guru dan siswa sangat penting agar peserta siap baik dari sisi pengetahuan maupun mental menghadapi kompetisi.
"Persiapan yang baik akan membantu siswa lebih siap, baik dari sisi pengetahuan maupun mental," ujar Suratno. Di MAN 1 Muaro Jambi, pembinaan melibatkan guru pendamping yang memberikan materi dan latihan sesuai bidang yang diikuti siswa dengan fokus pada penguasaan materi dan kesiapan mental. OMI Sains menghadirkan cabang lomba seperti Matematika Terintegrasi, IPA Terintegrasi, dan Biologi Terintegrasi untuk jenjang MI, MTs, dan MA. Kompetisi OMI Riset mengangkat tiga ruang lingkup penelitian, yaitu Ekoteologi, Sustainable Development Goals (SDGs), dan Transformasi Digital.
Juknis OMI 2026 memuat ketentuan pelaksanaan, peserta, bidang lomba, serta tahapan seleksi dan dapat diunduh sebagai pedoman madrasah dan peserta.
Jadwal OMI Sains antara lain sosialisasi pada 21 Agustus, seleksi tingkat satuan pendidikan pada 22-26 Agustus, pelaksanaan kabupaten/kota pada 7-8 September, provinsi pada 5-6 Oktober, dan nasional pada 10-11 November 2026. Untuk OMI Riset, pendaftaran dan pengunggahan proposal berlangsung pada 22 Agustus hingga 2 September, presentasi proposal pada 9-11 September, pelaksanaan riset hingga 20 Oktober, dan babak final pada 10-12 November 2026.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow