Kemdiktisaintek Temukan Pencatutan Nama dan Gelar Kasus Paper MBG
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi mengonfirmasi adanya pencatutan nama Presiden Prabowo Subianto dan penyalahgunaan gelar akademik dalam makalah usulan program Makan Bergizi Gratis untuk nominasi Nobel Perdamaian 2026 pada Senin (10/8/2026).
Temuan tersebut diperoleh berdasarkan laporan tim khusus penelusuran yang terdiri dari Inspektorat Jenderal serta sejumlah dosen, sebagaimana dilansir dari Detikcom. Tim riset menemukan fakta bahwa penulis utama telah mengakui perbuatannya memasukkan nama-nama lain tanpa izin resmi.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto memaparkan hasil laporan tim tersebut usai menghadiri acara penghargaan di Badan Riset dan Inovasi Nasional, Jakarta.
"Jadi kami sudah mendapatkan laporan bahwa penulis utama memang mencatut nama beberapa co-authors peneliti, nama yang tercantum. Baik pada buku, repository, maupun jurnal, itu yang bersangkutan mengakui bahwa mencatut nama, tidak mendapatkan izin," tutur Brian, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Pihak kementerian mengagendakan konfirmasi langsung kepada seluruh nama yang tertera dalam makalah. Hasil penelusuran awal menunjukkan para peneliti yang dicantumkan tidak tahu-menahu mengenai riset tersebut.
Selain pencatutan nama, investigasi juga mengungkap pemalsuan sebutan akademik profesor dan doktor oleh oknum yang belum berhak menyandangnya.
"Termasuk juga bahwa ada sebutan profesor, doktor, itu ternyata belum mendapatkan gelar itu," beber Brian, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Proses tindak lanjut kasus ini akan diserahkan kepada komisi etik untuk penanganan sanksi jika terbukti terjadi pelanggaran.
Sementara itu, kementerian telah melacak status akademik penulis utama berinisial DD yang diketahui sudah menyampaikan permohonan maaf tertulis.
"Tim kemudian juga telah menelusuri status penulis utama tersebut. Berdasarkan hasil penelusuran sementara, DD belum menyandang jabatan akademik guru besar dan tidak terafiliasi sebagai dosen pada perguruan tinggi," bunyi keterangan tertulis Kemendiktisaintek yang dikirim langsung oleh Brian Yuliarto lewat pesan singkat kepada detikcom, Jumat (7/8/2026).
Penelusuran status menunjukkan DD berstatus non-dosen dan baru saja mengikuti proses sidang promosi doktor beberapa waktu sebelumnya.
"Berdasarkan informasi yang diperoleh, yang bersangkutan baru menjalani sidang promosi doktor beberapa waktu yang lalu," lanjut keterangan tertulis Kemendiktisaintek.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow