Keluarga Au Kam San Minta UE Intervensi Sidang Keamanan Macau
Keluarga mantan politisi oposisi Macau, Au Kam-san, mendesak Uni Eropa untuk memprotes penahanannya menjelang persidangan rahasia atas tuduhan keamanan nasional. Pria berusia 68 tahun tersebut ditangkap pada 30 Juli 2025 di rumahnya oleh kepolisian setempat atas dugaan kolusi dengan kekuatan asing.
Proses hukum terhadap sosok yang pernah menjabat sebagai anggota parlemen Macau selama dua dekade ini menjadi kasus pertama di bawah Undang-Undang Keamanan Nasional di wilayah itu. Penangkapan tersebut terjadi setelah otoritas menyita ponsel, komputer, dan buku-buku terkait tragedi Tiananmen 1989 milik Au.
Anak perempuan Au, Cherry, mengungkapkan situasi mendadak saat aparat kepolisian mendatangi kediaman orang tuanya tahun lalu. Tindakan tegas aparat membuat pihak keluarga terkejut tanpa ada tanda-tanda awal.
"Kami tidak memiliki tanda-tanda bahwa hal seperti ini akan terjadi," kata Cherry, seorang fotografer mode yang berbasis di London.
Ia menceritakan bahwa ibunya sempat dibawa untuk diperiksa sebelum akhirnya dibebaskan pada hari berikutnya. Polisi melakukan penggeledahan mendalam di dalam apartemen sebelum membawa ayahnya.
"Merek mengambil ibu saya terlebih dahulu dan kemudian tinggal di apartemen bersama ayah saya untuk mengumpulkan bukti. Mereka pada dasarnya melakukan penggeledahan, dan kemudian membawanya pergi setelah beberapa jam," ujar Cherry.
Ibu Cherry melepaskan status saksi setelah memahami hak-hak hukumnya. Pihak keluarga menyebut kondisi psikologis sang ibu sangat terguncang saat peristiwa penangkapan berlangsung.
"Dia sangat terguncang dan tidak tahu apa yang sedang terjadi," tambah Cherry.
Au kini terancam hukuman hingga 10 tahun penjara jika terbukti bersalah dalam persidangan tertutup. Pihak keluarga menyatakan ia dilarang menerima kunjungan keluarga serta ditolak menggunakan pengacara pribadi.
Anak perempuan Au lainnya, Au Hon I, membeberkan fakta mengenai proses sidang pendahuluan yang digelar pada 2 Juli melalui pernyataan resmi pengadilan. Pengadilan menetapkan pengacara yang ditunjuk negara untuk membela ayahnya.
"Dia selalu percaya pada sistem peradilan Macau. Dia begitu mempercayainya hingga merasa akan dilindungi oleh sistem peradilan yang justru menempatkannya di posisinya saat ini," kata Au Hon I.
Ia juga meluapkan kesedihannya atas penjenamaan buruk dari pemerintah terhadap pengabdian panjang sang ayah selama puluhan tahun di parlemen. Keluarga berharap publik tetap mengingat rekam jejak dedikasi Au bagi masyarakat Macau.
"Yang paling membuat saya sedih adalah melihatnya digambarkan sebagai penjahat oleh pemerintah yang telah dilayaninya selama bertahun-tahun. Saya berharap orang-orang mengingat sosok yang mereka kenal sepanjang kariernya, alasan mengapa mereka menaruh kepercayaan padanya dan memilihnya berkali-kali," kata Au Hon I.
Keluarga menegaskan tuntutan utama mereka agar hak-hak hukum dan proses peradilan yang adil dapat dipenuhi oleh pihak berwenang.
"Saat ini dia menghadapi ketidakadilan yang mendalam. Saya berharap mereka yang mengingat tahun-tahun pengabdiannya akan berdiri bersamanya. Kami menginginkan persidangan yang adil, proses hukum yang memadai, dan agar dedikasi lebih dari tiga dekade untuk rakyat Macau tidak dihapus atau dilupakan," tutur Au Hon I.
Pihak kepolisian Macau mengklaim Au bertindak sebagai pelaku utama dalam dugaan makar dan penyebaran informasi palsu ke kelompok luar negeri sejak 2022. Sementara itu, Uni Eropa mengecam penangkapan tersebut karena dinilai memperburuk erosi pluralisme politik di wilayah kekuasaan Cina tersebut.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow