Kecanduan Video Pendek Memicu Gangguan Otak dan Fungsi Kognitif

Smallest Font
Largest Font

Paparan konten video pendek secara berlebihan memicu gangguan fungsi kognitif dan perubahan struktur otak pada remaja hingga orang dewasa. Fenomena yang dikenal sebagai Short Video Addiction (SVA) ini terbukti merusak fokus, memperlemah ingatan, serta memicu gangguan kesehatan mental.

Analisis sistematis dari 23 riset yang dipublikasikan Mona, A, et al. menunjukkan bahwa penggunaan platform seperti TikTok menurunkan kontrol perhatian jangka panjang. Rangsangan cepat dari video berdurasi singkat merusak pemrosesan kognitif, mengganggu proses pengambilan keputusan, serta memicu depresi, kecemasan, dan peningkatan kadar stres.

Riset lanjutan selama 12 bulan oleh Universitas Tsinghua dan Universitas Zhejiang terhadap 1.163 anak muda di Tiongkok juga mendokumentasikan dampak sistematis pada fungsi kognitif. Paparan konten terfragmentasi membuat korteks prefrontal—wilayah otak pengatur konsentrasi dan pengendalian diri—menjadi kurang aktif, sementara area impulsif terus terstimulasi.

Kondisi ketergantungan ini juga berkaitan erat dengan dinamika neurotransmitter di dalam otak manusia saat merespons stimulasi media sosial.

"Makanya orang gampang kecanduan sosial media karena mereka sudah habis dopaminnya. Terus mereka akan selalu cari, selalu cari, selalu cari tapi enggak akan dapat kesenangan yang sama. Ya, akhirnya akan terus merasa haus, akan terus merasa ingin terus.

Itu sebabnya kenapa sosial media bisa bikin orang jadi adiksi," ujar dr. Ryan.

Aktivitas pengulangan ini memicu mekanisme neuroplastisitas otak untuk beradaptasi dengan alur informasi cepat, sehingga kemampuan menyelesaikan tugas berdurasi lama menurun. Guna memulihkan fokus, pakar kesehatan menyarankan penerapan batasan durasi layar, teknik mindfulness, serta konsumsi konten berdurasi panjang seperti podcast atau materi edukasi.

Sejumlah negara telah merespons ancaman digital ini melalui jalur pendidikan formal. Finlandia memasukkan kurikulum literasi media untuk siswa sekolah dasar dan menengah, sementara beberapa universitas di Amerika Serikat mulai menawarkan kursus manajemen perhatian guna melatih kembali konsentrasi generasi muda.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed