Kebakaran Hutan di Way Kambas Membakar 673 Hektare dan Libatkan TNI
Kebakaran hutan dan lahan yang melanda Taman Nasional Way Kambas (TNWK) di Lampung Timur hingga Sabtu membakar area seluas 673,4 hektare dan belum berhasil dipadamkan sepenuhnya, kata Polres Lampung Timur, Sabtu (22/8/2026). Api yang terus merembet dari kawasan Jati 3 Resort Kuala Penet ke Rawa Mbah Sapon ini sulit dikendalikan karena kondisi medan ekstrem, angin kencang, dan ketersediaan peralatan pemadam yang masih manual. Menurut AKBP Yuliansyah, Kapolres Lampung Timur, petugas seperti Polhut, TNI, dan masyarakat mitra masih menggunakan tangki semprot dan alat pemukul api tradisional karena kendaraan tidak bisa menjangkau titik kebakaran.
Untuk membantu pemadaman, Kodam XXI/Radin Inten mengerahkan Yonif TP 943/Darah Putih Cakti dengan dukungan dua mobil pemadam kebakaran, satu mobil tangki air, truk NPS, dan drone, ujar Pangdam Mayjen TNI Kristomei Sianturi.
Mayjen Kristomei menjelaskan koordinasi dengan BPBD Lampung sedang dilakukan untuk rencana hujan buatan pada Senin mendatang dan penggunaan helikopter water bombing dari Palembang guna menjangkau titik yang sulit diakses.
"Terus berkoordinasi dengan pihak terkait, dan jajaran Forkopimda untuk mendukung upaya pemadaman dan mencegah api meluas," ujar Mayjen Kristomei.
Selain itu, ia mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran dan menjaga kelestarian Way Kambas. Kepala Balai TNWK MHD Zaidi memastikan posisi gajah liar masih aman karena berada di bagian utara taman nasional, sementara kebakaran terjadi di bagian selatan.
"Belum ada laporan. Sementara posisi gajah liar termonitor di bagian utara TNWK," ujar Zaidi. Zaidi juga menyampaikan indikasi bahwa kebakaran sengaja dilakukan oleh pihak tidak bertanggung jawab, diduga pemburu liar, berdasarkan pola kejadian sebelumnya. Namun, belum ada hasil penyelidikan yang mengonfirmasi pelaku pembakaran tersebut, dan Balai TNWK akan memperketat pengamanan serta patroli kawasan untuk mencegah kebakaran dan perburuan liar.
Menurut Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Isawandari Yuyun, tim gabungan masih berupaya mengendalikan api yang belum padam dengan personel gabungan di lapangan.
BMKG Lampung mengingatkan masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan membakar karena cuaca panas dan angin kencang dapat mempercepat penyebaran api. Proses pemadaman juga terkendala minimnya sumber air dan medan yang tidak dapat dilalui kendaraan, sehingga personel harus berjalan kaki mencapai titik api, menambah kesulitan pemadaman.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow