Kabut Asap Karhutla Kalimantan Paksa 591 Sekolah Sarawak Tutup
Pemerintah Sarawak, Malaysia, meliburkan 591 sekolah di 10 distrik selama dua hari sejak Kamis (20/8/2026). Langkah darurat ini diambil setelah kualitas udara memburuk drastis akibat paparan kabut asap lintas batas dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan.
Departemen Pendidikan Sarawak mencatat kebijakan penutupan ini berdampak langsung pada 197.323 siswa. Sebanyak 107.590 siswa berasal dari 509 sekolah dasar dan 89.733 siswa dari 82 sekolah menengah di wilayah Kuching, Padawan, Bau, Lundu, Samarahan, Simunjan, Serian, Sri Aman, Lubok Antu, serta Betong.
"Keputusan ini merupakan langkah pencegahan untuk melindungi keselamatan, kesehatan, dan kesejahteraan siswa, khususnya dari risiko paparan udara yang tidak sehat," papar Departemen Pendidikan Sarawak.
Para siswa yang terdampak penghentian aktivitas kelas tatap muka dialihkan ke metode pembelajaran dari rumah. Pihak otoritas menyatakan bahwa informasi operasional sekolah selanjutnya akan disalurkan melalui kantor pendidikan distrik masing-masing.
Penutupan fasilitas pendidikan ini menjadi peristiwa kedua dalam sebulan terakhir di Sarawak. Pekan sebelumnya, sejumlah sekolah di wilayah Serian sempat menghentikan kegiatan belajar mengajar selama tiga hari beruntun ketika Indeks Pencemar Udara (API) melampaui angka 200.
Catatan media The Star menunjukkan Indeks Pencemar Udara (API) di Serian melonjak hingga angka 239 pada Jumat (21/8/2026) pukul 11.00 waktu setempat, setelah sebelumnya berada di level 193. Pada hari yang sama, Kuching mencatatkan API sebesar 190 dan Samarahan mencapai 173.
Meningkatnya angka API membuat Dewan Sumber Daya Alam dan Lingkungan (NREB) Sarawak menetapkan kualitas udara setempat berada pada kategori sangat tidak sehat. Otoritas lingkungan memprediksi kepungan asap berpotensi bertahan hingga akhir pekan jika pembakaran biomassa terus terjadi.
Berdasarkan data Pusat Meteorologi Khusus ASEAN (ASMC), NREB membeberkan temuan 7.286 titik panas di wilayah Kalimantan sepanjang 1 hingga 19 Agustus. Jumlah tersebut berbanding jauh dengan wilayah Sarawak yang hanya mencatatkan 148 titik panas pada periode sama.
"Titik panas dan kondisi kabut asap dapat meningkat di daerah rawan kebakaran yang mengalami kondisi kering berkepanjangan dengan risiko terjadinya kabut asap lintas batas," ungkap NREB Sarawak.
Lembaga pemantau lingkungan tersebut mengonfirmasi sebaran asap pekat bergerak dari Kalimantan Barat menuju wilayah utara hingga menutupi kawasan barat Sarawak. Dampak karhutla Kalimantan juga meluas hingga Singapura, di mana Majelis Ugama Islam Singapura (MUIS) memangkas durasi khotbah Jumat karena ancaman cuaca kering.
Di wilayah Indonesia, laporan AFP mengonfirmasi kabut asap pekat memicu gangguan udara di Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Menanggapi situasi ini, pemerintah Indonesia mulai menyiagakan personel dan rencana teknis di lapangan.
"Titik panas dan kondisi kabut asap dapat meningkat di daerah rawan kebakaran yang mengalami kondisi kering berkepanjangan dengan risiko terjadinya kabut asap lintas batas," ungkap NREB Sarawak.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyampaikan bahwa tim ahli disiapkan untuk menjalankan rekayasa cuaca di wilayah terdampak. Operasi penyemaian awan direncanakan guna memadamkan titik api serta membatasi potensi penyebaran kebakaran lahan lebih lanjut.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow