Jartatel Deklarasikan Pembentukan Wadah Independen Infrastruktur Digital Nasional
Asosiasi Penyelenggara Jaringan Tetap Telekomunikasi (Jartatel) resmi mendeklarasikan pembentukan organisasi sebagai wadah independen baru di Jakarta pada Jumat (10/7/2026). Langkah strategis ini diambil guna mengawal regulasi serta mempercepat pembangunan infrastruktur digital nasional, seperti dilansir dari Investor Daily.
Pembentukan asosiasi ini menjadi respons langsung terhadap berbagai tantangan industri yang krusial bagi pelaku usaha. Masalah tersebut mencakup lonjakan biaya relokasi jaringan hingga pemanfaatan ruang bersama yang dinilai belum berkeadilan.
Ketua Umum Asosiasi Jartatel, Raymond Hubertus, menjelaskan bahwa kehadiran organisasi ini menjadi jawaban nyata atas keterbatasan kolaborasi antar-penyelenggara jaringan yang terjadi selama ini.
"Sektor telekomunikasi, khususnya infrastruktur jaringan tetap, memerlukan sebuah institusi yang independen, profesional, transparan, serta berdaulat penuh pada pemenuhan kepentingan anggotanya," kata Raymond Hubertus, Ketua Umum Asosiasi Jartatel.
Menurut Raymond, dinamika lapangan memperlihatkan tingginya biaya relokasi jaringan saat ini semakin membebani ruang fiskal operator. Kondisi tersebut berdampak langsung pada penurunan efisiensi investasi korporasi secara agregat.
Di sisi lain, tata kelola pemanfaatan ruang publik dan infrastruktur bersama masih memerlukan standardisasi yang lebih adil dan transparan. Oleh karena itu, Jartatel hadir untuk mengawal kebijakan pemerintah dan menyelaraskan regulasi teknis di sektor hilir telekomunikasi, khususnya pada penyelenggaraan jaringan tetap.
"Jartatel berkomitmen menjadi mitra strategis Pemerintah Republik Indonesia dalam percepatan pembangunan infrastruktur telekomunikasi nasional melalui kolaborasi, standardisasi, efisiensi investasi, dan pemerataan konektivitas hingga seluruh wilayah Indonesia," ujar Raymond Hubertus, Ketua Umum Asosiasi Jartatel.
Sinergi yang kokoh antara asosiasi dan jajaran kementerian terkait diproyeksikan mampu mengurai hambatan regulasi lokal. Kolaborasi ini diharapkan dapat menurunkan beban investasi pembangunan jaringan, serta memperkuat fondasi kedaulatan konektivitas digital Indonesia di masa depan.
"Kami mengusung visi besar menjadi organisasi penyelenggara jaringan tetap telekomunikasi yang mampu mewujudkan ekosistem infrastruktur digital Indonesia yang efisien, adil, berdaya saing, dan berkelanjutan," ungkap Raymond Hubertus, Ketua Umum Asosiasi Jartatel.
Guna mencapai target tersebut, asosiasi telah memetakan lima arah perjuangan atau misi utama organisasi. Misi tersebut meliputi perlindungan kepentingan anggota secara profesional, dukungan terhadap pembangunan dan pemerataan infrastruktur jaringan tetap telekomunikasi di Indonesia, serta penerapan tata kelola organisasi yang transparan dan akuntabel.
Selain itu, Jartatel berkomitmen meningkatkan kompetensi dan standar teknis para anggotanya demi mendukung penuh percepatan transformasi digital nasional. Nilai-nilai operasionalnya ditopang oleh empat prinsip dasar, yaitu independen dari dominasi kepentingan pihak mana pun, dikelola secara profesional dengan standar integritas tinggi, akuntabel dalam keterbukaan tata kelola maupun keuangan, serta menempatkan kedaulatan penuh di tangan para anggota. Karakter kelembagaan ini diperkuat oleh nilai-nilai kesetaraan, kemandirian, dan semangat kolaboratif.
"Asosiasi ini didirikan bukan sekadar sebagai organisasi pelengkap di sektor industri digital. Lembaga ini diposisikan sebagai rumah bersama bagi seluruh penyelenggara jaringan tetap telekomunikasi di Indonesia untuk bersatu menyelesaikan hambatan makroekonomi dan operasional di lapangan," tegas Raymond Hubertus, Ketua Umum Asosiasi Jartatel.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow