ITSEC Asia Resmikan ITSEC Cyber dan AI Academy di Jakarta
PT ITSEC Asia Tbk (CYBR) resmi meluncurkan ITSEC Cyber & AI Academy di Jakarta pada Senin (10/8/2026) guna memperkuat kapabilitas talenta keamanan siber dan kecerdasan buatan di Indonesia, sebagaimana dilansir dari Investor Daily.
Lembaga pelatihan ini dirancang untuk memfasilitasi pembelajaran berbasis praktik, pengalaman dunia nyata, serta teknologi yang disesuaikan dengan kebutuhan profesional maupun organisasi.
President Director ITSEC Asia Patrick Dannacher menjelaskan bahwa perusahaan memanfaatkan pengalaman selama 16 tahun di bidang keamanan siber untuk mendukung pengembangan generasi penerus penjaga ekosistem digital nasional.
"Selama 16 tahun, ITSEC Asia telah berada di garis depan cybersecurity. Sekarang kami membawa pengalaman tersebut ke dalam pengembangan talenta yang akan menjadi bagian dari generasi berikutnya yang menjaga masa depan digital Indonesia," kata Patrick saat peluncuran ITSEC Cyber & AI Academy di Jakarta, Senin (10/8/2026).
Ia menambahkan, dinamika ancaman siber dan teknologi AI yang terus berkembang menuntut kehadiran lebih banyak tenaga ahli yang mampu menguasai teknologi secara praktis dan bertanggung jawab.
"ITSEC Cyber & AI Academy merupakan bagian dari komitmen kami untuk berkontribusi pada penguatan kapabilitas digital Indonesia," ujar Patrick.
Di sisi lain, Pemerintah Indonesia mencatat adanya kebutuhan mendesak akan pemenuhan SDM di sektor teknologi. Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria mengungkapkan bahwa pasokan tenaga terampil saat ini masih jauh dari target nasional.
"Inisiatif seperti ITSEC Cyber & AI Academy dapat menjadi bagian dari upaya tersebut dengan memperkuat kesiapan talenta di bidang cybersecurity dan AI," tutur Nezar.
Ia menegaskan bahwa kementeriannya memproyeksikan kebutuhan sekitar 9 juta talenta digital pada tahun 2030, sementara jumlah yang tersedia saat ini baru mencapai sekitar 3 juta orang sehingga memerlukan sinergi lintas sektor.
Dukungan senada disampaikan oleh Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie yang menyoroti pentingnya perlindungan terhadap data nasional.
"AI dapat membantu kita menyelesaikan berbagai persoalan yang relevan bagi Indonesia, tetapi hal tersebut membutuhkan talenta yang memahami teknologi sekaligus data yang menjadi dasarnya," ujar Stella.
Stella menilai Indonesia memiliki potensi data yang sangat besar, namun aset tersebut baru menjadi kekuatan strategis jika diimbangi dengan kemampuan proteksi dan pengelolaan yang tepat.
Dari sisi kurikulum dan operasional, ITSEC Cyber & AI Academy menitikberatkan pengajarannya pada dua pilar utama, yaitu defend & attack untuk sektor keamanan siber serta build & govern untuk teknologi AI.
President Director ITSEC Cyber & AI Academy Yulius C. Rusli menyatakan bahwa seluruh program pembelajaran disesuaikan langsung dengan dinamika kerja para profesional di lapangan.
"Kami membangun Academy dengan pendekatan yang berangkat dari kebutuhan nyata di lapangan. Peserta tidak hanya mempelajari konsep cybersecurity dan AI, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk menguji kemampuan melalui asesmen, pembelajaran adaptif dan simulasi yang dirancang menyerupai kondisi yang mereka hadapi dalam pekerjaan," jelas Julius.
Untuk menunjang proses pembelajaran, akademi ini mengintegrasikan ekosistem teknologi yang mencakup platform AKSI untuk asesmen kompetensi, CAKRA untuk manajemen pembelajaran, SAKTI untuk jalur belajar AI adaptif, PERISAI sebagai simulasi cyber range, serta JAGA untuk pelatihan kesadaran siber.
"Ekosistem tersebut memungkinkan Academy menghubungkan proses asesmen, pembelajaran, praktik, simulasi dan evaluasi dalam satu perjalanan pengembangan kompetensi," tegas Julius.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow