Isuzu Buka Suara Soal Pengujian Biodiesel B50 Kementan dan ESDM
PT Isuzu Astra Motor Indonesia memberikan tanggapan terkait hasil pengujian biodiesel B50 yang disampaikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. Dikutip dari Detik Oto, pihak manufaktur otomotif tersebut belum bisa memverifikasi klaim terkait daya tahan filter bahan bakar yang disebut semakin panjang saat memakai bahan bakar B50.
Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyoroti indikator usia pakai filter solar yang diklaim berumur lebih panjang. Menurut Bahlil, penggunaan B40 umumnya memerlukan penggantian komponen penyaring setiap 10.000 hingga 20.000 kilometer. Sebaliknya, beberapa unit kendaraan uji coba B50 tercatat belum perlu berganti filter meski sudah menempuh perjalanan 40.000 kilometer.
"Apa dasarnya? Kalau B40 itu filternya itu diganti pada ukuran 10.000 sampai dengan 20.000 kilometer. Nah, buat B50, bapak ada yang 40.000 belum diganti filternya," ujar Bahlil.
Proses pengujian B50 tersebut digulirkan selama rentang waktu enam bulan. Pengujian melibatkan beragam sarana transportasi darat maupun laut, seperti moda kereta api, bus, mobil penumpang dari brand Asia hingga Eropa, serta armada kapal laut.
"Ini test case-nya 6 bulan. Jadi kereta api, mobil Mercedes pun dites, Pak. Bus.
Tidak hanya Toyota, Mercedes pun oke. Jadi ini dari Asia sampai Eropa semua kita bikin, kapal-kapal semuanya kita tes," terang Bahlil.
Merespons temuan tersebut, Business Solution Director PT Isuzu Astra Motor Indonesia Anjar Rosadi membenarkan bahwa pihaknya sudah memantau laporan uji coba itu. Kendati demikian, perseroan belum dapat memastikan efek efisiensi jangka panjang pada filter penyaring solar.
"Ya saya juga baca beritanya, tapi jujur kami tidak memahami secara persis bagaimana pengetesan yang dilakukan," kata Anjar kepada wartawan di Karawang (20/7/2026).
Secara teknis, Anjar memaparkan bahwa kandungan biodiesel memiliki sifat higroskopis yang mampu menyerap kandungan air sekaligus daya pembersih tinggi. Karakteristik ini sejatinya meningkatkan intensitas kerja komponen filter bahan bakar dalam menyaring sisa kotoran.
"Karakter dari biofuel ini adalah hidroskopis, menyerap air dan juga kemampuan cleansing yang tinggi. Sebenarnya itu cenderung akan bikin fungsi filter menjadi lebih berat. Artinya, filter bahan bakar itu harus bergerak lebih ekstra, harus menyaring air dan kotoran-kotoran yang tergerus oleh biofuel itu sendiri," jelas Anjar.
Uji Coba Internal dan Kesiapan Isuzu
Meskipun memiliki beban kerja ekstra, pengujian mandiri yang dilakukan oleh Isuzu menunjukkan bahwa sistem pembakaran kendaraan tetap berfungsi secara aman tanpa kendala performa.
"Kalau dibilang jadi lebih panjang, kami belum menemukan itu. Tapi konteksnya masih normal," ujar Anjar.
Langkah pengujian independen terus dijalankan produsen otomotif ini sebagai bentuk dukungan atas rencana penetapan regulasi penggunaan B50 oleh pemerintah.
"Sebagai bentuk dukungan dan antisipasi kami, pastinya kami melakukan trial dan mencoba terkait dengan kendaraan-kendaraan yang kami produksi menggunakan B50 itu sendiri," katanya.
Guna menjaga ketahanan mesin, para pemilik kendaraan diimbau untuk selalu mengisi bahan bakar dari penyedia resmi serta disiplin menjalankan servis berkala.
"Kami harapkan para pelanggan memastikan sumber bahan bakarnya berasal dari tempat yang terpercaya sehingga kandungannya sesuai spesifikasi. Kemudian memastikan perawatan berkala kendaraan dan kondisi filter bahan bakarnya," ujar Anjar.
Evaluasi Isuzu masih berlanjut hingga jarak tempuh kendaraan mencapai 60.000 kilometer untuk merekam efek jangka panjang penggunaan biodiesel B50.
"Dari hasil uji coba tidak ada masalah dan semuanya masih berjalan dengan normal," tutup Anjar.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow