Kementerian Intelijen Iran Menangkap 25 Orang Terkait Mossad
Kementerian Intelijen Iran menangkap 21 orang yang dituduh sebagai agen dinas intelijen Mossad Israel serta empat anggota kelompok bersenjata di Provinsi Kerman pada Kamis, 6 Agustus 2026.
Pengumuman resmi tersebut disampaikan melalui pernyataan Kementerian Intelijen Iran yang dirilis oleh kantor berita ISNA dan Tasnim. Pihak berwenang mengamankan sejumlah senjata api militer, senjata berburu, dan amunisi dari para tersangka.
Para agen Mossad tersebut diduga mengumpulkan serta mengirimkan informasi sensitif dan rahasia mengenai pusat militer serta pertahanan udara kepada pihak Israel. Selain itu, kementerian mengidentifikasi lima individu yang ditangkap saat protes Januari dan menyita empat senjata api militer, sebelum menyerahkan berkas perkara ke lembaga peradilan.
Rangkaian penangkapan ini menambah panjang daftar tindakan hukum terhadap kasus spionase di Iran. Sebelumnya, eksekusi mati terhadap Omid Behzad dan Pourya Safvat telah dilaksanakan pada 3 Agustus 2026 atas tuduhan kerja sama intelijen dengan Israel.
Pada 29 Juli 2026, Kementerian Intelijen Iran juga melaporkan penangkapan 15 orang di wilayah tenggara atas tuduhan keterkaitan dengan empat sel operasional bersenjata. Penangkapan serupa dilaporkan terjadi pada 10 Mei di enam provinsi, yang melibatkan pembubaran dua sel operasional terkait Mossad.
Di sisi lain, laporan dari Iran International menyoroti krisis energi dan infrastruktur di Iran yang memperberat kondisi masyarakat di tengah isu keamanan. Gangguan pasokan listrik dan air bersih dilaporkan terjadi berulang kali di berbagai kota, termasuk Boumehen, Pardis, Ilam, dan Khuzestan.
Warga Boumehen di timur Teheran mengaku hanya menerima aliran air bersih selama beberapa jam dalam dua hari selama sepekan.
"Kami memiliki orang sakit di rumah. Kami tidak tahu lagi harus mengadu kepada siapa," ujar seorang warga Boumehen.
Pemadaman listrik berdurasi hingga empat jam juga menghentikan operasional lift di gedung-gedung bertingkat serta memperburuk situasi di daerah berpemanas ekstrem.
"Bagaimana mungkin kami harus menaiki seluruh tangga ini?" kata seorang penghuni bangunan 14 lantai di Pardis.
Di Bandar Abbas, ledakan yang diikuti pemadaman listrik berkepanjangan turut mengganggu aktivitas perekonomian warga yang bergantung pada akses internet.
"Kami selalu mengalami pemadaman listrik, tetapi durasinya sekarang makin panjang," tutur seorang perempuan di Bandar Abbas.
Pusat Penelitian Parlemen Iran memperkirakan defisit listrik puncak musim panas 2026 mencapai sekitar 13.600 megawatt. Pihak berwenang menyatakan bahwa lebih dari 2.000 titik pada jaringan listrik nasional mengalami kerusakan akibat konflik, yang mengurangi kapasitas pembangkit sekitar 4.200 megawatt.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow