Kepala Mossad Copot Dua Pejabat Senior Usai Gagal Gulingkan Rezim Iran

Smallest Font
Largest Font

Kepala badan intelijen Israel, Mossad, Roman Gofman, memecat dua pejabat seniornya setelah rencana penggulingan pemerintah Republik Islam Iran gagal atau tidak terlaksana di lapangan, menurut laporan yang diterima pada 7 Agustus 2026.

Dua pejabat yang diberhentikan tersebut menjabat sebagai Kepala Direktorat Intelijen dan Kepala Divisi Iran di Mossad. Pemecatan ini terjadi sebagai bagian dari restrukturisasi internal yang lebih luas di badan intelijen tersebut.

Rencana penggulingan rezim Iran yang disusun oleh keduanya melibatkan aksi militer bersama antara Israel dan Amerika Serikat, termasuk serangan udara besar-besaran untuk mendukung pergerakan pasukan etnis Kurdi memasuki wilayah Iran bagian barat laut melalui perbatasan Irak.

Strategi tersebut diharapkan dapat memicu gelombang pemberontakan yang melibatkan jutaan warga Iran untuk menentang pemerintah pusat dan menggantikan kepemimpinan dengan mantan presiden Mahmoud Ahmadinejad sebagai figur pengganti, termasuk rencana pembebasan Ahmadinejad dari tahanan rumah melalui operasi udara di Teheran.

Namun, skenario itu gagal berkat kebocoran informasi, keberatan kelompok Kurdi, penolakan Turki, dan keraguan Ahmadinejad setelah mengalami luka dalam serangan udara itu.

Hubungan antara Roman Gofman dengan kedua pejabat tersebut dilaporkan sudah tegang sejak awal, dan pemecatan mereka dilakukan dengan kesepakatan bersama. Meski dicopot dari jabatan senior, keduanya diperkirakan tetap berperan dalam Mossad di posisi lain.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebelumnya mengakui bahwa menggulingkan rezim Iran adalah perkara sulit dan tidak pasti akan tercapai.

Konflik militer di kawasan Teluk Persia meningkat sejak serangan Israel dan AS pada 28 Februari yang menewaskan lebih dari 3.000 orang di Iran, diikuti serangan balasan Iran dengan rudal dan drone ke pangkalan AS dan target di Israel yang menimbulkan korban jiwa.

Upaya diplomasi sempat dilakukan melalui kesepakatan kerangka kerja pada 18 Juni, namun perundingan terhenti karena perbedaan soal jaminan keamanan dan kebebasan navigasi di Selat Hormuz.

Ketegangan kembali meningkat setelah serangan AS terbaru di wilayah Iran yang direspons dengan serangan balasan dari Teheran ke beberapa negara di Teluk Persia seperti Yordania, Bahrain, dan Kuwait.

Selain itu, Kementerian Intelijen Iran mengumumkan penangkapan 21 orang yang diduga sebagai agen Mossad di Provinsi Kerman, dengan sejumlah senjata dan amunisi disita dari para tersangka.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed