Iran Serang Pangkalan Udara AS Ahmed Al Jaber di Kuwait
Fasilitas strategis militer Amerika Serikat di Pangkalan Udara Ahmed Al Jaber, Kuwait, menjadi target serangan pesawat tanpa awak (drone) oleh militer Iran pada Jumat (31/7/2026). Serangan terbaru ini menyasar hanggar, sistem komunikasi satelit, serta gudang penyimpanan peralatan militer AS.
Dilansir Al Jazeera dari pernyataan kantor berita Tasnim, militer Iran menegaskan bahwa operasi tersebut merupakan respons langsung atas serangan AS terhadap rumah warga di Pulau Qeshm. Pangkalan di Kuwait itu diidentifikasi sebagai pusat pengintaian udara dan dukungan operasional utama bagi militer AS di kawasan Timur Tengah.
Hingga Jumat dini hari waktu setempat, otoritas militer maupun media pemerintah Kuwait belum merilis konfirmasi resmi terkait dampak serangan di pangkalan tersebut melalui saluran media sosial berbahasa Inggris mereka.
Sebelumnya, Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) juga telah melancarkan aksi ofensif menggunakan rudal balistik ke Pangkalan Udara Al Azraq di Yordania pada Kamis (30/7/2026). Serangan di Yordania tersebut menyasar landasan parkir dan hanggar perawatan jet tempur F-35 milik militer Amerika Serikat.
Pihak IRGC menyatakan bahwa tindakan tersebut diambil demi membalas agresi militer Amerika Serikat yang sebelumnya telah menimbulkan korban jiwa dari warga sipil Iran di Pulau Qeshm.
"respons atas serangan AS di Pulau Qeshm yang menewaskan sepasang suami istri beserta anak mereka." kata IRGC dalam sebuah pernyataan tertulis yang ditujukan kepada Yordania.
Melalui laporan kantor berita pemerintah Iran, Fars, yang dikutip oleh Al Jazeera, pihak kedirgantaraan IRGC merinci jenis persenjataan serta klaim kerusakan masif yang berhasil mereka timbulkan di pangkalan Yordania tersebut.
"Pasukan kedirgantaraan IRGC telah menargetkan landasan parkir pesawat dan hanggar perawatan di Pangkalan Udara AlAzraq, yang menjadi lokasi penempatan jet tempur F-35 milik AS, menggunakan sejumlah rudal balistik," bunyi laporan kantor berita pemerintah Iran, Fars, mengutip IRGC.
Otoritas militer Iran mengklaim operasi udara menggunakan rudal balistik tersebut sukses menghancurkan total tiga unit jet tempur F-35 AS serta menimbulkan kerusakan parah pada tiga armada pesawat tempur lainnya di lokasi.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow