Iran Hampir Capai Kesepakatan Jalur Pelayaran Baru dengan Oman Syarat AS Penuhi Tuntutan

Smallest Font
Largest Font

Iran menyatakan hampir mencapai kesepakatan dengan Oman terkait jalur pelayaran baru melalui Selat Hormuz, namun jalur ini hanya akan dibuka kembali jika Amerika Serikat memenuhi sejumlah tuntutan. Pernyataan ini disampaikan pada Agustus 2026 sebagai respons atas blokade yang diberlakukan AS.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi mengatakan kesepakatan dengan Oman sudah memasuki tahap akhir, tetapi pembukaan jalur pelayaran baru bergantung pada pemenuhan syarat dari AS, seperti pembayaran kompensasi, pencabutan sanksi, dan penghentian ancaman militer. Selat Hormuz merupakan jalur utama pengiriman minyak dan gas yang sempat diblokade Iran sejak Februari 2026.

Menurut Araqchi, Iran belum akan membuka selat tersebut sebelum Washington memenuhi tuntutan yang mencakup penghentian ancaman, pencabutan blokade angkatan laut di Teluk, menghapus sanksi, dan membebaskan aset Iran yang dibekukan.

Sekretaris badan keamanan nasional tertinggi Iran, Mohammad Baqer Zolqadr, juga meminta penghentian serangan terhadap Iran dan sekutunya di Lebanon, Palestina, Yaman, dan Irak.

Iran dan Amerika Serikat belum melakukan perundingan langsung, dan komunikasi masih berlangsung melalui perantara.

Presiden AS Donald Trump menyatakan, "Kami hanya setengah bernegosiasi dengan mereka. Kami hanya mengamati Iran dengan inflasi yang sangat tinggi dan kenyataan bahwa mereka tidak memiliki uang," ujar Trump.

Meski Washington dan Teheran sempat menyepakati gencatan senjata pada Juni 2026, AS kembali memberlakukan blokade terhadap pelayaran Iran di Teluk pada Juli, yang dianggap Iran sebagai pelanggaran kesepakatan sementara.

Seorang pejabat AS menyebut bahwa blokade akan dicabut setelah ada kesepakatan untuk memulihkan pelayaran komersial tanpa hambatan, namun pelaksanaan bergantung pada komitmen Iran.

Skema pembicaraan menunjukkan kedua pihak masih menyusun urutan pelaksanaan kesepakatan. Sumber menyebut rencana itu berpotensi memberikan Iran kendali lebih besar atas lalu lintas kapal di Selat Hormuz, meski pelaku industri pelayaran menilai skema ini sulit diterapkan.

Kawasan masih diliputi ketegangan. Uni Emirat Arab menuduh Iran menyerang kapal terkait perusahaan minyak negara UEA, namun Iran belum merespons tuduhan tersebut.

Situasi di Selat Hormuz juga terkait dengan meningkatnya serangan kelompok Houthi di Yaman, sekutu Iran, yang menargetkan kapal di jalur strategis Laut Merah dan Teluk Aden. Houthi juga mengumumkan blokade laut terhadap Arab Saudi di Laut Merah.

Kelompok Houthi mengklaim menyerang kilang Jazan milik Saudi Aramco, dan Kementerian Energi Saudi mengonfirmasi kebakaran yang berhasil dipadamkan tanpa korban luka. Pemerintah Saudi tidak menyebut penyebab kebakaran.

Serangan terjadi beberapa hari setelah Arab Saudi menandatangani pakta pertahanan dengan Turki dan Pakistan. Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan menyatakan kerja sama ini bukan ditujukan pada Iran atau negara lain, melainkan untuk mendukung keamanan secara umum.

Konflik di Yaman juga meningkat, dengan tujuh orang tewas dalam serangan Houthi di Mocha. Pertahanan udara Yaman berhasil menembak jatuh 11 drone Houthi dalam serangan ini, menurut militer Yaman.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed