Iran Batalkan Serangan Militer ke Ukraina Usai Permintaan Maaf
Pemerintah Iran membatalkan rencana serangan militer terhadap tiga sasaran di wilayah Ukraina setelah otoritas Kiev melayangkan permintaan maaf resmi pada Selasa (4/8/2026). Rencana penyerangan tersebut sebelumnya dipicu oleh insiden serangan kapal dagang Iran di Laut Kaspia yang menewaskan seorang anak buah kapal, seperti dilansir dari Investor Daily.
Persiapan operasional militer Iran sejatinya telah rampung sepenuhnya sebelum akhirnya instruksi pembatalan diterbitkan oleh pihak komando puncak.
"Persiapan serangan telah selesai, namun operasi disetop setelah adanya permintaan maaf dari pihak Kiev," ujar Mohsen Rezaei, Penasihat Militer Pemimpin Tertinggi Iran.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi juga telah melakukan komunikasi langsung dengan Menlu Ukraina Andrii Sybiha. Araghchi menuntut agar pihak Ukraina menanggung seluruh ganti rugi atas kerusakan yang dialami kapal tersebut.
Selain masalah dengan Ukraina, pihak militer Iran mengeluhkan gangguan keamanan navigasi di Selat Hormuz dan mengancam akan menindak tegas kapal yang melintasi jalur tak berizin.
"Kapal-kapal yang nekat melintas melalui jalur ilegal akan langsung kami jadikan sasaran tembak," tegas Rezaei.
Rezaei turut mengklaim bahwa armada tempur Iran berhasil memukul mundur pasukan Amerika Serikat serta menggagalkan skenario operasi militer lawan selama bentrokan 17 hari terakhir. Eskalasi militer di kawasan Timur Tengah ini terus bergejolak sejak Februari 2026, meskipun sempat dimediasi dalam kesepakatan gencatan senjata.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow