Investasi AI Buka Sumber Pendapatan Baru Operator Telekomunikasi ASEAN

Smallest Font
Largest Font

Lonjakan investasi kecerdasan buatan (AI) membuka sumber pendapatan baru bagi operator telekomunikasi di Asia Tenggara seiring meningkatnya kebutuhan konektivitas pusat data dan klaster GPU, dilansir dari Investor Daily pada Senin (10/8/2026). Kondisi ini menggeser fokus perusahaan telekomunikasi dari sekadar bisnis konektivitas konvensional menuju penyediaan infrastruktur khusus bagi pusat data, perusahaan teknologi, dan penyedia komputasi AI. Investasi infrastruktur AI secara global diproyeksikan melampaui US$1 triliun pada 2026, yang ikut mendorong lonjakan permintaan jaringan optik berkapasitas tinggi di kawasan regional.

Berdasarkan Wave Services Report Ciena, pendapatan global layanan konektivitas optik berkapasitas tinggi tumbuh 18 persen per tahun, sedangkan Asia Tenggara mencatatkan pertumbuhan hingga 22 persen secara tahunan (CAGR).

Meningkatnya permintaan konektivitas 100G, 200G, hingga 400G ke atas untuk menghubungkan klaster graphics processing unit (GPU) menjadi pendorong utama kenaikan pendapatan operator. Regional Managing Director for ASEAN, Hong Kong and Taiwan Ciena Alex Wong menjelaskan bahwa karakteristik jaringan untuk infrastruktur AI sangat berbeda dibanding jaringan konvensional.

"Para pemain infrastruktur AI merancang jaringan untuk pemrosesan paralel berskala besar dan pergerakan data secara terus-menerus. Hal ini memerlukan pola pikir yang jauh lebih berorientasi pada kapasitas, performa, dan kecepatan time-to-market," ujar Alex Wong. Ia menambahkan bahwa ketersediaan kapasitas jaringan yang cepat dan terprediksi dapat menguapkan infrastruktur telekomunikasi menjadi keunggulan bisnis utama.

Pergeseran pemanfaatan AI dari tahap pelatihan menuju tahap inferensi juga meluaskan kebutuhan jaringan. Pada 2026, investasi infrastruktur inferensi diproyeksikan melampaui investasi pelatihan AI untuk pertama kalinya, dengan volume pemrosesan menembus 10 kuadriliun token per bulan pada kuartal II-2026. Kebutuhan inferensi mengharuskan fasilitas komputasi diletakkan lebih dekat dengan pengguna, sehingga memicu pembangunan pusat data dan fasilitas edge computing di berbagai lokasi secara tersebar. Perkembangan ini melahirkan kategori konsumen baru yaitu neoscaler, penyedia infrastruktur yang menawarkan GPU-as-a-service dengan struktur organisasi lebih ramping dibanding perusahaan hyperscaler.

Kebutuhan neoscaler akan jaringan fleksibel mendorong penerapan model Managed Optical Fiber Network (MOFN), yang memungkinkan penyedia jasa telekomunikasi mengelola serat optik secara khusus bagi pelanggan.

Di sisi lain, keterbatasan lahan dan listrik di Singapura mengalihkan arus investasi pusat data ke Malaysia dan Indonesia yang memiliki ketersediaan lahan serta akses energi. TM Global merealisasikan ekspansi pusat data berkonektivitas tinggi di Klang Valley dan Johor guna menampung beban kerja pelatihan maupun inferensi AI. Vice President International Sales TM Global Baharul Nizam Said Daliman menilai bahwa kawasan regional tengah mengalami pergeseran posisi dalam peta digital dunia.

"Asia Tenggara bukan lagi sekadar titik transit, tetapi dengan cepat berkembang menjadi hub utama AI global," ujar Baharul Nizam Said Daliman.

Selain perluasan wilayah, penggunaan serat optik pada sejumlah proyek meningkat dari 96 fiber core menjadi 384 fiber core, didukung adopsi teknologi optik koheren hingga 800G dan otomatisasi jaringan berbasis AI. Senior Advisor Marketing Intelligence Ciena Francisco Sant'Anna menyoroti isu kedaulatan data yang semakin memengaruhi regulasi dan strategi infrastruktur pemerintah daerah.

"Terdapat tekanan yang sangat besar terkait kedaulatan data dan upaya menjaga data agar tetap berada di kawasan regional. AI merupakan infrastruktur krusial bagi perekonomian maupun pemerintah," kata Francisco Sant'Anna. Integrasi jaringan pusat data kini terus berkembang mencakup koridor strategis di Singapura, Malaysia, Indonesia, serta Filipina.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed