Indosat Catat Skor Tertinggi Pengalaman Internet di Bali dan Nusa Tenggara
Bali terus menjadi destinasi utama wisatawan mancanegara yang ingin menikmati alam, pantai, kuliner, festival, dan budaya. Hal ini berdampak pada kebutuhan koneksi internet yang kuat dan stabil di Pulau Dewata.
Data menunjukkan pada April 2026, Bali dikunjungi oleh 553.328 wisatawan mancanegara, meningkat menjadi 578.251 pada Mei 2026, naik 4,5 persen, menurut laporan dari Detik iNET. Mobilitas tinggi juga tercermin dari 301.620 penumpang penerbangan domestik yang berangkat dari Bandara I Gusti Ngurah Rai di bulan yang sama.
Wisatawan kini semakin mengandalkan internet untuk berbagai aktivitas seperti pencarian lokasi, pemesanan transportasi, pembayaran digital, pembuatan dan pembagian konten melalui media sosial. Koneksi internet yang cepat dan stabil menjadi kebutuhan utama dalam pengalaman berlibur.
Sejumlah operator seluler seperti Indosat Ooredoo Hutchison (IOH), Telkomsel, dan XL berupaya meningkatkan kualitas jaringan di Bali. Berdasarkan laporan Mobile Network Experience Opensignal Juli 2026, Indosat mencatat skor pengalaman video tertinggi di Bali dan Nusa Tenggara sebesar 68,7 poin, diikuti XL 67,1 poin dan Telkomsel 65,8 poin.
Capaian tersebut membuktikan kualitas layanan video Indosat untuk pengguna di wilayah tersebut. Koneksi stabil memudahkan aktivitas streaming, panggilan video, navigasi, akses media sosial, serta pembuatan dan unggahan konten selama perjalanan.
Indosat juga mencatat skor tertinggi pengalaman gaming nasional di Bali Nusra bersama Telkomsel, masing-masing 91,1 poin, diikuti XL dengan 90,8 poin. Hal ini menunjukkan dukungan jaringan yang memberikan pengalaman bermain game responsif dengan latensi minim.
Tri, brand Indosat yang populer di kalangan muda, menghadirkan jaringan 5G di beberapa wilayah seperti Kuta, Tabanan, Gianyar, dan Denpasar, mendukung aktivitas digital masyarakat Bali dalam berpindah lokasi.
Kebutuhan internet tak hanya untuk wisatawan singgah, tapi juga bagi turis mancanegara yang tinggal lama di Bali. Digital nomads memerlukan koneksi untuk rapat virtual, akses dokumen cloud, layanan perbankan, dan komunikasi keluarga.
Kualitas jaringan yang baik memungkinkan para traveler tidak bergantung terus pada Wi-Fi hotel atau coworking space. Jaringan 5G di titik strategis Bali mendukung kelancaran aktivitas tersebut.
Koneksi stabil kini menjadi kebutuhan utama bagi masyarakat lokal, wisatawan, dan turis long stay yang tinggal serta bekerja di Pulau Dewata, menurut laporan Detik iNET.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow