Indonesia Perlu Bawa Agenda Hilirisasi Mineral ke Level Lebih Tinggi

Smallest Font
Largest Font

Penulis : Indah Handayani 11 Aug 2026 | 08:04 WIB

Foto udara aktivitas smelter nikel di kawasan industri milik PT Obsidian Stainless Steel (OSS) di Kecamatan Morosi, Konawe, Sulawesi Tenggara, Kamis (8/2/2024). (ANTARA FOTO/Jojon/Spt)

JAKARTA, investor.id – Indonesia dinilai perlu membawa agenda hilirisasi mineral ke level yang lebih tinggi, tidak berhenti pada pemurnian dan produksi bahan baku. Penguasaan teknologi, rekayasa material, hingga manufaktur produk bernilai tambah dinilai menjadi kunci agar kekayaan mineral nasional dapat mendorong kemandirian industri dan teknologi.

Guru Besar Fakultas Teknik Universitas Andalas (Unand) Is Prima Nanda mengatakan tantangan Indonesia saat ini bukan lagi sekadar ketersediaan sumber daya mineral, melainkan kemampuan membangun rantai nilai terintegrasi mulai dari pemurnian, rekayasa material hingga manufaktur.

“Untuk naik ke produk teknologi bernilai tinggi, Indonesia perlu menguasai teknologi pemurnian, rekayasa material, desain produk, hingga proses manufakturnya. Tantangannya adalah membangun kapabilitas teknologi nasional secara utuh, bukan hanya meningkatkan kapasitas produksi,” kata Prima dalam keterangan pers, Selasa (11/8/2026).

Menurut dia, material merupakan fondasi hampir seluruh teknologi. Mineral seperti nikel, tembaga, bauksit, timah hingga mineral kritis lainnya akan memberikan nilai tambah lebih besar apabila dapat direkayasa menjadi material dengan karakteristik dan performa tertentu.

Material maju tersebut dapat menjadi fondasi bagi berbagai teknologi strategis, seperti baterai, kendaraan listrik, elektronik, energi bersih, industri pertahanan hingga dirgantara.

“Kalau kita hanya menguasai sumber dayanya, kita tetap bergantung pada pihak lain untuk teknologi dan produk akhirnya. Sebaliknya, jika kita menguasai material sekaligus teknologinya, kita memiliki peluang menjadi technology maker, bukan hanya resource provider,” ujarnya.

Arah tersebut sejalan dengan pengembangan industri material maju yang didorong Danantara Indonesia. CEO Danantara Indonesia Rosan P. Roeslani sebelumnya mengatakan Indonesia perlu naik kelas dalam rantai nilai material maju dengan memanfaatkan kekayaan mineral sebagai fondasi pengembangan teknologi masa depan.

Kuasai Teknologi Nasional

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Purbaya Ambil Alih Utang Whoosh, Dana Ada, Tetap Pakai APBN?

Dony Oskaria: Konsolidasi BUMN Bikin Penyusunan Laporan Danantara Lebih Rumit

Dony Oskaria Ungkap Arah Danantara Housing

Purbaya: Danantara Ikut Rapat KSSK, tetapi Tak Punya Hak Suara

Lifestyle 3 menit yang lalu Bank Jakarta Bangun Biodigester Komunal Sampah Organik di Dua Rusunawa Kedua unit biodigeser tersebut diproyeksikan akan menghasilkan sekitar 37,5 meter kubik biogas per hari.

Market 8 menit yang lalu Harga Emas Bisa Tembus US$ 5.000, Didukung Faktor Ini Ahli memprediksi harga emas masih memiliki peluang kembali ke US$ 5.000 per troy ounce, didukung oleh faktor-faktor ini.

Market 9 menit yang lalu Asing Kian Agresif, Saham-Saham Ini Jadi Buruan Asing mencetak transaksi beli bersih (net buy), saat IHSG, Senin (10/8/2026) ditutup melemah. Saham DSSA, MDKA dan TINS diborong asing.

Business 9 menit yang lalu Hilirisasi Mineral Tak Cukup, Indonesia Perlu Kuasai Teknologi Indonesia didorong membawa hilirisasi mineral ke material maju dan produk teknologi untuk memperkuat industri serta kemandirian teknologi.

Market 13 menit yang lalu Saham Pilihan untuk Trading 11 Agustus dan Target Harganya IHSG bakal melemah, rekomendasi saham pilihan TLKM, BBCA hingga DSSA untuk trading hari ini dengan target harganya

Market 30 menit yang lalu Rekomendasi Saham Hari Ini, Selasa 11 Agustus 2026: PSAB, ESSA, BWPT Rekomendasi saham hari ini dari BRI Danareksa Sekuritas: PSAB, ESSA, dan BWPT, disertai proyeksi IHSG serta target harga.

Tag Terpopuler

Terpopuler

Rupiah Menguat Perkasa Usai Destry Jadi Calon Tunggal Gubernur BI Prediksi Harga Emas Antam (ANTM) Senin 10 Agustus 2026

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Senin 10 Agustus 2026, Cek Rinciannya

Penulis : Indah Handayani 11 Aug 2026 | 08:04 WIB

Menurut Rosan, investasi jangka panjang tidak hanya perlu diarahkan untuk meningkatkan kapasitas produksi, tetapi juga memperoleh dan mengembangkan teknologi, memperkuat sumber daya manusia, serta membangun ekosistem industri nasional.

Danantara mendorong kolaborasi antara pemerintah, BUMN, industri, perguruan tinggi dan lembaga riset melalui transfer teknologi, licensing, joint research, hingga co-development.

Chief Technology Officer BPI Danantara Sigit P Santosa mengatakan, Indonesia memiliki kekuatan di sisi hulu melalui mineral strategis seperti nikel, tembaga, timah, bauksit, logam tanah jarang dan baja. Di sisi hilir, terdapat kebutuhan industri nasional dari sektor energi, transportasi, pertahanan, dirgantara, maritim, elektronik dan manufaktur.

Namun, menurut Sigit, tantangan utama berada di bagian tengah rantai nilai atau hollow middle. “Kita belum sepenuhnya menguasai kapabilitas untuk mengubah sumber daya tersebut menjadi advanced materials yang siap digunakan oleh industri. Indonesia sudah resource-rich, tetapi pekerjaan besar kita adalah menjadi capability-rich,” kata Sigit.

Menurutnya, transformasi tersebut membutuhkan pembangunan technology mastery secara nasional agar kekayaan sumber daya mineral dapat diterjemahkan menjadi kekuatan industri dan teknologi di dalam negeri.

Momentum Hari Kebangkitan Teknologi Nasional dan HUT ke-81 Republik Indonesia dinilai menjadi pengingat pentingnya investasi jangka panjang, penguatan kapabilitas teknologi, serta pembangunan industri nasional yang lebih mandiri.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed