Inflasi Indonesia Agustus 2026 Naik 3,19 Persen Lampaui Ekspektasi
Laju inflasi indeks harga konsumen di Indonesia melonjak hingga mencapai 3,19 persen secara tahunan pada Agustus 2026. Angka ini melampaui proyeksi konsensus sebesar 3,12 persen, meski masih berada dalam kisaran target Bank Indonesia. Secara bulanan, inflasi IHK berada di angka 0,21 persen setelah pada bulan sebelumnya mencatatkan deflasi 0,14 persen.
Lonjakan ini didorong oleh kenaikan harga pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau, seperti komoditas beras, cabai rawit, daging ayam ras, serta ikan. Kenaikan juga terjadi pada inflasi inti yang menyentuh level 2,92 persen secara tahunan, melampaui estimasi awal sebesar 2,86 persen. Di sisi lain, indeks manufaktur Indonesia tertekan ke posisi 49,8 akibat penurunan volume produksi dan pengurangan tenaga kerja.
S&P Global mencatat bahwa penurunan sektor manufaktur dipicu oleh penurunan daya beli, persaingan ketat, serta tekanan harga barang. Kendati demikian, tingkat permintaan domestik sempat menunjukkan sinyal ekspansi terbatas.
Sementara itu, neraca perdagangan Indonesia pada Juli 2026 berhasil mencetak surplus sebesar US$0,12 miliar. Hasil ini mengakhiri tren defisit selama dua bulan berturut-turut berkat kinerja ekspor sektor non-migas, khususnya komoditas batu bara dan hasil industri pengolahan. Di sektor korporasi perbankan, Bank Rakyat Indonesia mencatatkan laba bersih bank only sebesar Rp3,4 triliun pada Juli 2026. Penurunan laba bulanan tersebut dipengaruhi oleh lonjakan beban pendanaan serta kenaikan beban provisi.
Manajemen BRI mengungkapkan bahwa tekanan margin bunga bersih diperkirakan hanya bersifat sementara seiring mulai melonggarnya kondisi likuiditas perbankan. Pada saat yang sama, perseroan tetap memfokuskan strategi pemulihan pada pertumbuhan segmen kredit mikro.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow