Impian Menembus Angkasa Huang Xiaochi di Usia 73 Tahun
Usia sama sekali tidak membatasi seseorang untuk mengejar mimpinya yang paling melambung. Tekad membaja itu ditunjukkan oleh Huang Xiaochi, seorang perempuan berusia 73 tahun asal China yang belakangan ini menyita perhatian publik.
Di usianya yang telah senja, ia dengan mantap membulatkan niat untuk terbang menuju luar angkasa pada 2028 mendatang. Huang bahkan telah terdaftar secara resmi sebagai penumpang nomor 022 untuk pesawat luar angkasa CYZ1.
Misi antariksa yang bakal diikutinya merupakan proyek yang digagas oleh sebuah perusahaan rintisan bernama InterstellOr. Keberaniannya ini menjadi dorongan nyata bahwa batas fisik dan umur bukanlah pemicu untuk berhenti bercita-cita.
Menjelajah Garis Kármán
Mengutip South China Morning Post, Huang dijadwalkan melakoni misi penerbangan suborbital menuju garis Kármán. Garis melintang ini diakui secara internasional sebagai batas pemisah antara atmosfer bumi dan ruang hampa udara antariksa. Dari titik ketinggian tersebut, para penumpang berkesempatan menyaksikan langsung keindahan panorama bumi dari kejauhan.
Menariknya, Huang sendiri bukan seorang astronaut profesional maupun akademisi lulusan ilmu keantariksaan, melainkan seorang pengusaha. Latar belakang pendidikan formal Huang tercatat hanya sebatas jenjang sekolah menengah. Kendati demikian, karakter dasarnya yang pantang menyerah menjadikannya seorang pembelajar sejati dan sosok pembebas batas keberanian.
Di tengah kepungan ritme kerja sehari-hari, Huang tekun mempelajari beragam disiplin ilmu rumit secara otodidak. Ia melahap literatur sains mencakup fisika, kimia, geometri, teknik mekanis, hingga penguasaan bahasa Inggris.
Kegigihan belajar tersebut mengantarkan kemampuannya dipercaya hingga berhasil menduduki posisi strategis sebagai Wakil Presiden Teknik di manufaktur raksasa, Kelon. Ia bahkan dipercaya memimpin langsung tim riset perusahaan. Lewat kepemimpinan riset tersebut, Huang bersama timnya sukses merancang dan menciptakan kulkas hemat energi pertama di China. Inovasi berharga ini dianugerahi dua penghargaan tingkat nasional.
Merintis Navigasi Digital
Memasuki usia 49 tahun, naluri berinovasinya tidak pernah surut dengan mendirikan perusahaan teknologi bernama Guangdong Ritu Technology Inc. Perusahaannya berhasil melahirkan inovasi navigasi perintis bernama Daodaotong. Daodaotong tercatat sebagai salah satu peta navigasi GPS komersial paling awal di China. Inovasi mendasar tersebut menjadi tonggak sejarah penting lahirnya era pemetaan digital skala masif yang kini dimanfaatkan jutaan penggunanya.
Kini, jerih payah puluhan tahun mengarungi dunia usaha dan teknologi membuahkan hasil manis. Akumulasi kekayaannya memungkinkan Huang untuk segera mewujudkan impian langkanya melintasi angkasa luar. Demi menikmati pemandangan spektakuler bumi dari luar angkasa, tiket pra-jual penerbangan pesawat CYZ1 dibanderol seharga 3 juta yuan atau setara Rp 6,4 miliar. Huang dijadwalkan terbang berdampingan dengan sejumlah tokoh ternama dunia lainnya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow