IHSG Melonjak ke Level 6.521 Jelang Pidato Ketua The Fed
Pasar keuangan Indonesia mencatatkan kinerja beragam pada perdagangan Kamis (27/8/2026) di mana Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat 1,81 persen ke level 6.521,75, sementara nilai tukar rupiah melemah tipis di tengah sikap investor yang menantikan pidato Gubernur Federal Reserve Kevin Warsh.
Penguatan IHSG sebesar 116,06 poin tersebut membalikkan posisi setelah sehari sebelumnya sempat anjlok ke level 6.405,69. Data Bursa Efek Indonesia mencatat sebanyak 578 saham menguat, 103 saham melemah, dan 282 saham stagnan dengan total nilai transaksi mencapai Rp13,51 triliun.
Sektor kesehatan memimpin penguatan bursa domestik dengan lonjakan 6,26 persen, disusul sektor barang konsumer non-primer yang naik 3,53 persen. PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk menjadi penopang utama IHSG dengan menyumbang 9,19 poin, diikuti PT Bumi Resources Minerals Tbk sebesar 7,14 poin. Meski indeks melonjak, investor asing mencatatkan aksi jual bersih hingga Rp262,11 miliar di seluruh pasar.
Sebaliknya, mata uang rupiah terdepresiasi 0,11 persen ke posisi Rp17.715 per dolar AS pada penutupan perdagangan Kamis. Memasuki Jumat (28/8/2026) pagi, mata uang Garuda sempat menguat 26 poin atau 0,15 persen ke level Rp17.718 per dolar AS jika dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp17.744 per dolar AS.
Kondisi pergerakan nilai tukar domestik diperkirakan masih akan cenderung bergerak mendatar seiring tingginya perhatian pelaku pasar global terhadap Simposium Ekonomi Jackson Hole di Wyoming.
"Belakangan ini banyak pembicaraan mengenai pembiayaan sirkular untuk perusahaan-perusahaan hyperscaler dan apakah pendapatan mereka benar-benar mampu menutup biaya besar yang harus mereka keluarkan. Mungkin hasil ini bisa menunda pembahasan tersebut untuk sementara waktu," kata Melissa Brown, Global Head of Investment Decision Research di SimCorp.
Melissa Brown menambahkan bahwa korelasi antar-saham saat ini berada di level rendah meskipun volatilitas pasar tergolong tinggi.
"Volatilitas memang tinggi, tetapi korelasinya rendah. Karena itu, volatilitas pasar secara keseluruhan tetap rendah. Kekhawatiran kami adalah kondisi ini justru bisa membuat investor merasa terlalu aman," ujarnya.
Dari dalam negeri, analis memproyeksikan mata uang rupiah bakal bergerak pada kisaran terbatas sepanjang perdagangan penutup pekan ini.
"Rupiah diperkirakan bergerak dalam rentang Rp17.675-Rp17.775 per dolar AS," ucap Josua Pardede, Chief Economist Permata Bank.
Penguatan pasar saham global juga terdorong oleh kenaikan indeks Wall Street, di mana Nasdaq melonjak 1,57 persen dan S&P 500 menguat 0,72 persen akibat performa positif saham teknologi seperti Nvidia yang melesat 8,7 persen. Sementara itu, imbal hasil SBN tenor 10 tahun tercatat turun dari 7,078 persen menjadi 7,005 persen.
Sentimen pasar mendatang masih dipengaruhi oleh rilis indeks pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) AS yang naik 0,2 persen secara bulanan serta ketegangan geopolitik yang memicu fluktuasi harga minyak dunia.
"Hal ini juga tidak lepas dari harga energi yang diakibatkan oleh harga minyak global yang masih berfluktuasi akibat dari tensi geopolitik yang masih tinggi," ungkap Josua Pardede.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow