IHSG Melemah ke 6.405 BRI Danareksa Rekomendasikan Tiga Saham
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 1,48 persen ke level 6.405,6 akibat tertekan aksi jual pada saham-saham berkapitalisasi besar. Berdasarkan laporan riset BRI Danareksa Sekuritas yang dilansir dari Investor Daily, pelemahan pasar ini dipicu oleh sikap penantian investor terhadap aksi demonstrasi serta depresiasi rupiah ke level Rp17.712 per dolar AS.
BRI Danareksa Sekuritas memproyeksikan pergerakan IHSG akan bervariasi cenderung melemah dengan rentang batas bawah 6.340–6.300 dan batas atas 6.455–6.550 pada perdagangan Kamis (27/8/2026). Secara teknikal, indeks membentuk pola Evening Star setelah gagal menembus tren resistensi, sehingga berpotensi menguji Moving Average 20 (MA20) di level 6.340.
Stabilitas keamanan serta jalannya aksi massa pada 27 Agustus menjadi perhatian utama para pelaku pasar. Apabila situasi berlangsung kondusif, tekanan pada indeks diperkirakan bersifat sementara, namun potensi eskalasi dapat memicu kenaikan volatilitas dan aksi hindari risiko.
"Kami memproyeksikan IHSG bergerak mixed to negative dengan support 6.340–6.300 dan resistance 6.455–6.550," tulis BRI Danareksa Sekuritas dalam ulasan resminya.
Pelemahan ini sejalan dengan penutupan bursa Wall Street, di mana indeks Dow Jones melemah 0,21 persen ke level 53.463,8, S&P 500 turun 0,021 persen ke 7.675,7, dan Nasdaq Composite terkoreksi 0,081 persen menjadi 26.130,2.
Di tengah kondisi pasar yang dinamis, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan tiga saham pilihan untuk dicermati investor. Saham PT Sarana Mitra Luas Tbk (SMIL) direkomendasikan setelah menembus area konsolidasi 365–390 dan berada di atas MA20 (394) dengan volume tinggi, menargetkan harga 414 hingga 429 dan batas bawah 390. Emiten ini mencatat pertumbuhan laba bersih 19,34 persen menjadi Rp60,08 miliar pada semester I-2026.
Selanjutnya, saham PT MAP Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA) dinilai bertahan di atas batas breakout 630–655 dan menguji resistensi 690. MAPA yang mengantongi kenaikan pendapatan bersih 15,1 persen menjadi Rp10,1 triliun pada semester I-2026 berpeluang melaju ke level 709 jika berhasil menembus 690.
Sementara itu, saham PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) sukses menembus level 7.750 berkat dorongan volume tinggi dan indikator MACD yang masih menunjukkan tren naik. Pertumbuhan pendapatan ICBP sebesar 11,3 persen secara tahunan pada semester I-2026 mendorong BRI Danareksa Sekuritas menaikkan target harga emiten Grup Salim tersebut menjadi Rp10.600, dengan potensi pergerakan menuju 7.950–8.164.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow