IHSG Diprediksi Koreksi Jangka Pendek Usai Menguat ke 6.525

Smallest Font
Largest Font

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia diperkirakan mengalami koreksi jangka pendek pada kisaran 6.429 hingga 6.475 pada awal pekan, Senin (24/8/2026), usai menuntaskan penguatan sebesar 0,37 persen ke level 6.525 pada penutupan pekan lalu.

MNC Sekuritas mencatat pergerakan indeks masih didominasi oleh volume pembelian dan telah mencapai target kisaran harian. Secara mingguan, IHSG menguat 1,93 persen dan mampu bertahan di atas garis pergerakan rata-rata 20 hari (MA20). Level support IHSG diproyeksikan berada di posisi 6.373 dan 6.272, sedangkan resistance berada pada kisaran 6.599 hingga 6.705.

"IHSG melanjutkan penguatannya sebesar 0,37 persen ke 6.525 dan masih didominasi oleh volume pembelian dan sudah mencapai target kami. Pada timeframe weekly, IHSG menguat 1,93 persen dan mampu ditutup di atas MA20," tulis riset MNC Sekuritas, Minggu (23/8/2026).

Untuk perdagangan Senin (24/8/2026), MNC Sekuritas merekomendasikan beberapa saham pilihan. Saham INCO disarankan beli saat melemah pada area Rp4.720-Rp5.100 dengan target harga Rp5.700 dan Rp6.000, serta batas rugi di bawah Rp4.620. Sementara itu, FORE direkomendasikan beli untuk perdagangan jangka pendek pada area Rp790-Rp825 dengan target Rp865 dan Rp915. Saham MBMA mendapat rekomendasi beli saat melemah di kisaran Rp545-Rp565 dengan target Rp605 dan Rp660, sedangkan TLKM disarankan beli untuk perdagangan jangka pendek dengan batas rugi di bawah Rp2.570.

Analis dari Phintraco Sekuritas memproyeksikan IHSG berpotensi menguji level teknikal yang lebih tinggi jika mampu bertahan di atas batas rata-rata pergerakan tertentu.

"Diperkirakan jika IHSG bertahan di atas level MA100, maka berpotensi akan menguji level berikutnya di 6.600 serta berpotensi menutup gap di 6.700. Namun perlu diwaspadai sentimen negatif eksternal dan menjelang akhir pekan," ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta, Jumat (21/8/2026).

Kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat memberikan tekanan tambahan bagi pasar keuangan global secara keseluruhan.

"Selain itu, juga akan berpengaruh terhadap penurunan laba perusahaan jika kenaikan yield berlangsung lama, sehingga menghambat laju indeks bursa saham yang sedang bullish," ujar Ratna Lim.

Sentimen domestik turut diwarnai oleh rencana Bursa Efek Indonesia mengubah batas minimum harga saham di pasar reguler dan tunai dari Rp50 menjadi Rp1 per saham. BEI juga akan menyesuaikan klasifikasi batas auto rejection bawah (ARB) dan auto rejection atas (ARA), yang dijadwalkan mulai diimplementasikan secara resmi pada 7 September 2026 mendatang.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed