IHSG Diprediksi Berkonsolidasi Menjelang Rilis Data Ekonomi Utama

Smallest Font
Largest Font

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak berkonsolidasi pada rentang support 6.450 dan resistance 6.570 pada perdagangan Selasa (1/9/2026). Pergerakan ini terjadi saat para pelaku pasar menantikan rilis serangkaian data ekonomi penting dari dalam dan luar negeri, sebagaimana dilaporkan Investor Daily.

Secara teknikal, pergerakan indeks masih bertahan di atas level MA5 dengan indikasi pembentukan pembalikan arah di area pivot. Kendati demikian, indikator histogram positif MACD mencatatkan pelemahan pada penutupan pasar sebelumnya.

"IHSG hari ini akan berkonsolidasi pada kisaran level 6.450-6.570," tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya, Selasa (1/9/2026).

Pergerakan indeks ini mengikuti penutupan perdagangan kemarin yang menguat 0,11 persen ke level 6.525,48. Capaian tersebut menggenapi penguatan bulanan IHSG sebesar 4,64 persen secara bulanan (MoM) sepanjang Agustus 2026, meskipun secara tahun berjalan (YTD) masih mencatatkan koreksi sebesar 24,53 persen.

Perhatian investor saat ini tertuju pada rilis inflasi Indonesia periode Agustus 2026 yang diproyeksikan berada di angka 0,2 persen MoM, naik dari kondisi deflasi 0,14 persen pada Juli 2026. Laju inflasi secara tahunan diestimasikan meningkat menjadi 3,13 persen YoY, sementara inflasi inti diprediksi naik dari 2,76 persen menjadi 2,8 persen YoY. Di sisi lain, proyeksi neraca perdagangan Juli 2026 diperkirakan mengalami defisit US$ 0,3 miliar, membaik dari defisit US$ 0,45 miliar pada bulan sebelumnya, di mana pertumbuhan impor diprediksi masih melampaui ekspor. Adapun indeks PMI Manufacturing Indonesia diperkirakan menguat ke level 50,5.

Faktor eksternal juga memengaruhi sentimen pasar, seperti rilis data RatingDog Manufacturing PMI China yang diproyeksikan naik ke level 51 serta estimasi kenaikan indeks Consumer Confidence Jepang ke level 35. Dari Kawasan Eropa, proyeksi inflasi diperkirakan melaju hingga 3,3 persen YoY, sedangkan Amerika Serikat dijadwalkan merilis indeks ISM Manufacturing PMI yang diperkirakan menurun tipis ke level 55,2 beserta data lowongan kerja (jobs opening) di angka 7,3 juta.

Di tengah kondisi pasar tersebut, Phintraco Sekuritas merekomendasikan enam saham yang berpotensi memberikan keuntungan bagi investor. Daftar saham pilihan tersebut meliputi JSMR, GGRM, BULL, ELSA, ESSA, dan TLKM.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed