IHSG Membumbung ke Level 6.447 usai Rebound Saham Komoditas
Indeks Harga Saham Gabungan melesat 53,12 poin atau 0,83 persen ke level 6.447,25 pada pembukaan perdagangan Kamis (20/8/2026) pagi di Jakarta. Penguatan pasar saham domestik dipicu oleh dorongan saham berbasis komoditas serta respons investor terhadap kebijakan moneter Bank Indonesia.
Pergerakan ini membalikkan arah IHSG yang pada perdagangan Rabu (19/8/2026) meluncur 0,86 persen ke posisi 6.394,12. Pelemahan sebelumnya terdorong oleh sentimen peningkatan utang luar negeri Indonesia sebesar 4,4 persen menjadi 453,4 miliar dolar AS pada kuartal II-2026, ditambah kabar penundaan rebalancing saham Indonesia oleh FTSE hingga Desember 2026.
Memasuki sesi awal perdagangan Kamis, IHSG sempat menyentuh level tertinggi di 6.460,28 dengan lonjakan 1,03 persen. Sektor bahan baku memimpin penguatan sebesar 2,10 persen, disusul utilitas naik 1,23 persen dan energi yang tumbuh 1,22 persen. Saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) menjadi penyokong utama pergerakan indeks dengan sumbangan 6,08 poin.
Sinyal positif pasar ditandai oleh 363 saham yang bergerak menguat, sementara 105 saham tertekan dan 495 saham bertahan stagnan. Saham komoditas dan perbankan lain seperti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) turut menopang kenaikan IHSG.
Sentimen dalam negeri juga didukung langkah Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang menetapkan BI-Rate tetap di level 5,75 persen, dengan Deposit Facility 5 persen dan Lending Facility 6,5 persen. Kebijakan ini ditujukan untuk meredam risiko ketidakpastian global sekaligus menjaga kestabilan nilai tukar rupiah dan tingkat inflasi.
Di tingkat global, pelemahan yield US Treasury serta penurunan indeks dolar AS memberikan ruang penguatan bagi pasar keuangan regional. Meskipun demikian, lonjakan yield obligasi pemerintah Jepang dan volatilitas bursa Asia lain tetap menjadi perhatian para pelaku pasar.
Riset Ciptadana Sekuritas Asia memproyeksikan IHSG hari ini bergerak di rentang support 6.365 hingga resistance 6.490. Secara teknikal, IHSG berpotensi mengalami konsolidasi jangka pendek usai menguji level resistance 6.463.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow