IHSG Dibuka Menguat ke 6.535 pada Perdagangan Jumat Pagi
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka menguat 13,97 poin atau 0,21 persen ke posisi 6.535,72 pada Jumat (28/8/2026) pagi. Penguatan ini melanjutkan tren positif setelah indeks ditutup melonjak 1,81 persen ke level 6.521,75 pada perdagangan Kamis (27/8/2026).
Seiring dengan kenaikan indeks acuan, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turut mencatatkan penguatan sebesar 1,99 poin atau 0,31 persen menuju posisi 643,06 pada pembukaan sesi pertama.
Pergerakan positif IHSG pada perdagangan sebelumnya didorong oleh penguatan seluruh indeks sektoral, dengan sektor industri memimpin kenaikan hingga 3,95 persen. Pasar merespons positif demonstrasi damai di DPR terkait tuntutan pengesahan RUU Perampasan Aset, setelah sempat tertekan akibat kekhawatiran kondisi keamanan dalam negeri.
Meski IHSG melesat pada Kamis (27/8/2026), investor asing mencatatkan aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp113 miliar di pasar reguler, dengan aksi pelepasan terbesar terjadi pada saham BBRI, TLKM, BBNI, ISAT, dan ASII. Di sisi lain, nilai tukar rupiah terdepresiasi 0,11 persen ke level Rp17.744 per dolar AS seiring penguatan indeks dolar AS.
Tim analis pasar modal memproyeksikan pergerakan IHSG pada perdagangan Jumat akan cenderung bergerak mendatar (sideways). Penguatan indeks teknikal tertahan oleh pergerakan Stochastic RSI yang mulai menurun di area pivot.
Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, memaparkan analisis teknikal mengenai rentang pergerakan indeks untuk perdagangan hari ini.
"IHSG berpotensi bergerak sideways hari ini," kata Fanny Suherman, Head of Retail Research BNI Sekuritas.
Fanny Suherman menambahkan bahwa area batas bawah (support) IHSG diperkirakan berada pada kisaran 6.440–6.500, sementara area batas atas (resistance) berada di rentang 6.550–6.580.
Riset Phintraco Sekuritas juga mengonfirmasi posisi teknikal indeks yang berhasil bertahan di atas indikator Moving Average 5 (MA5) dengan histogram MACD di area positif, menandakan fase konsolidasi menjelang akhir pekan.
"Namun Stochastic RSI bergerak turun di area pivot, sehingga IHSG diperkirakan bergerak sideways pada kisaran 6.450-6.580 menjelang akhir pekan," kata analis Phintraco Sekuritas.
Untuk rekomendasi saham harian, BNI Sekuritas menyoroti beberapa emiten seperti DMAS, BIPI, KOTA, KETR, PSAB, dan TOBA. Sementara itu, Tim Analis Bareksa mempertahankan rekomendasi hold atau speculative buy untuk TAPG dengan target harga Rp2.050–Rp2.110 dan MIKA dengan target Rp1.955–Rp2.010.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow