IHSG Berpotensi Rebound dengan Dukungan Data Ekonomi Domestik

Smallest Font
Largest Font

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi rebound pada perdagangan Selasa, 4 Agustus 2026, di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, setelah penutupan tipis melemah di level 6.234,5 pada Senin, 3 Agustus 2026.

Pelemahan tersebut disebabkan oleh aksi profit taking dengan sektor teknologi mencatat koreksi terbesar sebesar 1,52%, sementara sektor barang konsumen non-primer justru menguat sebesar 1,64%. Rupiah menguat 0,14% ke level Rp 17.997 per dolar AS, didorong oleh pelemahan harga minyak dan ekspektasi penurunan suku bunga The Fed yang juga menguatkan mata uang Asia lainnya.

Data ekonomi domestik menunjukkan perbaikan yang positif. Indeks PMI Manufacturing naik ke 50,2 pada Juli 2026 dari 46,9 pada Juni 2026, sementara laju inflasi melambat menjadi 2,8% YoY di Juli dari 3,34% YoY pada Juni. Neraca perdagangan mencatat defisit US$ 0,45 miliar pada Juni 2026, membaik dibandingkan defisit US$ 1,61 miliar pada Mei 2026, dilansir dari Investor Daily.

Phintraco Sekuritas menyampaikan analisis teknikal dengan Stochastic RSI yang mengalami pembalikan di area pivot dan histogram MACD yang masih bertahan di area positif.

"Sehingga diperkirakan IHSG masih berpotensi rebound dan menguji resistance di level 6.250-6.300," ujar Phintraco Sekuritas.

MNC Sekuritas menilai IHSG berpeluang melanjutkan penguatan dengan target di rentang 6.352-6.545. Mereka juga mengingatkan adanya potensi pembalikan arah jangka pendek ke rentang 6.122-6.180.

MNC Sekuritas merekomendasikan saham AMMN, ARCI, BWPT, dan HRUM untuk perdagangan pada Selasa, 4 Agustus 2026.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed