IHSG 5 Agustus 2026 Menguat ke Level 6.351,1
Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan dengan performa positif pada sesi penutupan. Berdasarkan data bursa, indeks ditutup melonjak sebesar 31,5 poin atau setara 0,5 persen menuju posisi 6.351,1 pada Rabu (5/8/2026).
Penguatan pasar saham domestik ini dilandasi oleh perpaduan katalis positif dari faktor eksternal maupun internal. Dikutip dari Investor Daily, pergerakan indeks ditopang oleh kombinasi sentimen global dan indikator makroekonomi dalam negeri.
Penguatan indeks didorong oleh meningkatnya optimisme pasar terkait deeskalasi ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran. Situasi ini membuka peluang kembalinya akses Selat Hormuz, yang berdampak langsung pada penurunan harga minyak mentah global serta meredam laju inflasi dunia.
Kinerja bursa juga didukung rilis data ekonomi domestik dari Badan Pusat Statistik (BPS). BPS mencatat realisasi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2026 tumbuh 5,29 persen secara tahunan (yoy), melampaui estimasi konsensus pasar sebesar 5,1 persen meski sedikit di bawah capaian kuartal sebelumnya yang sebesar 5,61 persen.
Sektor kesehatan memimpin reli pasar saham dengan lonjakan tertinggi hingga 2,35 persen. Sektor barang baku turut mengekor dengan penguatan 2,21 persen, diikuti sektor energi serta barang konsumen primer yang sama-sama menguat 1,61 persen.
Sektor properti juga melaju 1,6 persen, dilanjutkan sektor teknologi naik 1,34 persen, sektor transportasi 0,72 persen, dan perindustrian 0,3 persen. Sebaliknya, koreksi melanda sektor infrastruktur sebesar 0,9 persen dan sektor keuangan sebesar 0,2 persen.
Secara keseluruhan, aktivitas perdagangan mencatatkan total nilai transaksi mencapai Rp 14,9 triliun. Sebanyak 422 saham menguat, 223 saham melemah, dan 318 saham bergerak stagnan.
Sejumlah saham jajaran indeks LQ45 tercatat mengalami kenaikan tajam, seperti PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) yang melesat 8,8 persen dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) yang terangkat 7,5 persen.
Beberapa emiten berhasil menyentuh batas Auto Rejection Atas (ARA), antara lain PT Citra Buana Prasida Tbk (CBPE), PT Guna Timur Raya Tbk (TRUK), dan PT Tunas Alfin Tbk (TALF).
Di jajaran saham berkinerja terbaik, lonjakan harga berkisar antara 20 persen hingga 25,4 persen hanya dalam kurun waktu satu hari perdagangan.
Sementara itu, tekanan jual yang cukup berat juga dialami beberapa emiten lain hingga mengalami penurunan harga tajam.
| Nama Emiten | Kode Saham | Perubahan (%) | Harga Penutupan |
|---|---|---|---|
| PT Gaya Abadi Sempurna Tbk | SLIS | +25,4% | Rp 79 |
| PT Citra Buana Prasida Tbk | CBPE | +25,0% | Rp 440 |
| PT Guna Timur Raya Tbk | TRUK | +25,0% | Rp 675 |
| PT Tunas Alfin Tbk | TALF | +24,8% | Rp 1.205 |
| PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk | VKTR | +20,27% | Rp 890 |
| Nama Emiten | Kode Saham | Perubahan (%) | Harga Penutupan |
|---|---|---|---|
| PT Bach Multi Global Tbk | BACH | -14,4% | Rp 740 |
| PT Ekamas Mora Republik Tbk | MORA | -11,2% | Rp 5.500 |
| PT Morenzo Abadi Perkasa Tbk | ENZO | -11,2% | Rp 79 |
| PT Prodia Diagnostic Line Tbk | PRDL | -10,3% | Rp 296 |
| PT Martina Berto Tbk | MBTO | -10,1% | Rp 133 |
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow