DMS Propertindo Akuisisi Dua Perusahaan untuk Ekspansi Land Bank Rp 4,4 Triliun

Smallest Font
Largest Font

Saham PT DMS Propertindo Tbk (KOTA) melonjak 25,47% ke Rp 202 pada akhir sesi I perdagangan Senin (31/8/2026) seiring rencana ekspansi land bank di Surabaya dan Maja melalui akuisisi dua perusahaan, dilansir dari Investor Daily. Pada sesi itu, sebanyak 3,06 miliar saham KOTA diperdagangkan dengan nilai transaksi mencapai Rp 581,83 miliar, meningkat signifikan dibanding pekan sebelumnya yang hanya 577,54 juta saham dengan nilai Rp 95 miliar. Ekspansi ini didukung oleh penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (rights issue) sebanyak-banyaknya 100 miliar saham seri B dengan nilai nominal Rp 25 per saham, yang akan merepresentasikan 90,46% dari modal perseroan tanpa mengubah pengendali saham.

Manajemen memastikan PT DMS Investama (DMSI) tetap sebagai pengendali dan pemilik manfaat akhir KOTA.

Dari total dana rights issue yang ditargetkan mencapai Rp 4,4 triliun, Rp 1,2 triliun dialokasikan untuk mengakuisisi 99,99% saham PT Art Design Indonesia (ADI) dan Rp 3,2 triliun untuk 99,99% saham PT Mandirinusa Graha Perkasa (MGP), keduanya dimiliki oleh PT Michael Energi (ME). Sisa dana rights issue akan digunakan untuk modal kerja, operasional, dan pengembangan usaha KOTA.

Manajemen KOTA menyatakan, "Rencana pengambilalihan ADI dan MGP merupakan langkah strategis untuk memperkuat basis aset sekaligus memperluas pijakan bisnis perseroan melalui penguasaan land bank strategis dengan total sekitar 571 hektare (Ha)." Pengambilalihan ADI memberikan akses lahan seluas 23 Ha di Surabaya, pusat aktivitas ekonomi dan perdagangan di Indonesia bagian Timur.

Sementara akuisisi MGP membuat KOTA menguasai sekitar 548 Ha di Maja, kawasan yang potensial berkembang dengan hunian, transportasi, industri, dan logistik. Manajemen menambahkan, penguasaan land bank tersebut memberi fleksibilitas pengembangan kawasan sesuai karakteristik lokasi, seperti mixed-use, kawasan industri ringan, properti premium, apartemen, perkantoran, hingga hunian terpadu di Surabaya. Di Maja, lahan dapat dikembangkan menjadi kota mandiri, kawasan industri dan logistik, pergudangan, perumahan, dan kawasan komersial.

Manajemen berharap akuisisi ini dapat memperbesar total aset dan nilai buku KOTA serta meningkatkan leverage perseroan yang berpotensi mendorong laba melalui margin pembangunan, capital gain, dan pendapatan berulang.

Berdasarkan laporan Kantor Jasa Penilai Publik Febriman Siregar dan Rekan, transaksi ini dapat menambah laba bersih KOTA sebesar Rp 3,03 triliun, dibandingkan laba bersih perseroan Rp 16,04 miliar per 30 Juni 2026, atau naik 18.790%. Manajemen yakin akuisisi mempercepat ekspansi ketimbang membangun posisi secara organik karena akses ke aset, legalitas, dan perizinan sudah berjalan serta posisi strategis di pasar. "Secara keseluruhan, pengambilalihan ADI dan MGP diharapkan dapat memperbesar basis aset, mengamankan land bank strategis, memperluas pengembangan bisnis properti dan kawasan, menciptakan sumber pendapatan jangka panjang serta meningkatkan nilai KOTA," ujar manajemen.

Rencana akuisisi ini akan diajukan untuk persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 6 Oktober 2026 dengan hasil diumumkan 8 Oktober 2026.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed