Harga Minyak Dunia Melonjak Akibat Kebuntuan Perundingan AS-Iran

Smallest Font
Largest Font

Harga minyak dunia mencatatkan kenaikan lebih dari 1% pada perdagangan Jumat (14/8/2026) akibat insiden serangan kapal tanker dan ketiadaan kemajuan dalam perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran. Dilansir dari Investor Daily, minyak Brent ditutup melonjak US$ 1,45 atau 1,67% ke posisi US$ 88,52 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) menguat US$ 1,15 atau 1,42% menjadi US$ 82,40 per barel.

Kenaikan tersebut membuat harga minyak Brent berada di jalur penguatan sekitar 6% sepanjang pekan, sedangkan WTI berpotensi tumbuh 5,4%. Eskalasi ketegangan geopolitik di kawasan Selat Hormuz memicu kekhawatiran pasar global karena jalur pelayaran strategis tersebut dilalui oleh sekitar 20% pasokan minyak dunia.

Presiden Lipow Oil Associates Andrew Lipow memberikan analisis terkait pemicu utama lonjakan harga di pasar energi global menjelang akhir pekan.

"Dampak terhadap konsumen tidak hanya terlihat dari harga minyak mentah, tetapi juga harga produk olahan seperti solar dan bensin," kata Andrew Lipow, Presiden Lipow Oil Associates.

Tekanan geopolitik kian memuncak setelah pemerintah AS menegaskan akan mempertahankan blokade laut terhadap Iran menyusul mandeknya pembicaraan gencatan senjata. Langkah ekonomi ketat disiapkan Washington untuk mengisolasi Teheran secara finansial.

Analis senior Price Futures Group Phil Flynn memaparkan faktor geopolitik dan gangguan pasokan lain yang mendorong pergerakan harga minyak.

"Serangan terhadap kapal tanker menjadi faktor utama yang mendorong kenaikan harga minyak," ujar Phil Flynn, Analis Senior Price Futures Group.

Di sisi lain, lalu lintas kapal di Selat Hormuz tercatat merosot di bawah rata-rata bulanan di tengah klaim kendali dari AS dan Iran. Dua kapal milik Abu Dhabi National Oil Company (Adnoc) dilaporkan diserang pada Kamis, yang kemudian mendapat kecaman keras dari Uni Emirat Arab.

Gangguan pasokan dari Rusia turut menopang harga setelah ekspor minyak mentah dari terminal Sheskharis di pelabuhan Novorossiysk dihentikan akibat serangan drone. Meski demikian, potensi kenaikan harga terganjal laporan bertambahnya stok minyak mentah AS dan proyeksi penurunan pertumbuhan permintaan oleh OPEC.

Kepala Ekonomi dan Next Generation Research Julius Baer Norbert Rucker menyampaikan pandangannya mengenai kondisi persediaan pasokan saat ini.

"Laporan International Energy Agency (IEA) dan Energy Information Administration (EIA) menunjukkan persediaan minyak masih lebih kuat dari perkiraan," ujar Norbert Rucker, Kepala Ekonomi dan Next Generation Research Julius Baer.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed