Harga Emas Naik Menuju US$ 4.700, Analis Waspadai Risiko Inflasi dan Suku Bunga

Smallest Font
Largest Font

Harga emas mengalami kenaikan signifikan menuju level US$ 4.700 per troy ounce setelah berbulan-bulan mengalami koreksi, didorong oleh kekhawatiran terhadap penurunan nilai dolar AS dan kondisi fiskal Amerika Serikat yang memburuk, dilansir dari Investor Daily pada 25 Agustus 2026.

Kenaikan ini terkait dengan pengumuman Departemen Keuangan AS tentang rencana pembelian obligasi jangka panjang untuk menekan biaya pinjaman, sementara utang nasional AS melewati angka US$ 40 triliun pekan lalu.

Bart Melek, Kepala Strategi Komoditas di TD Securities, mengatakan bahwa pasar meyakini intervensi pemerintah AS di pasar obligasi akan semakin agresif dan emas kemungkinan akan terus merespons pelemahan dolar AS.

"Berdasarkan pernyataan Departemen Keuangan, pelaku pasar meyakini bahwa intervensi pemerintah AS di pasar obligasi mungkin akan menjadi semakin agresif. Pada tahap ini, emas kemungkinan akan terus merespons pelemahan nilai tukar dolar AS (USD)," ujar Bart Melek.

Melek juga mengingatkan adanya potensi hambatan bagi harga emas akibat kenaikan harga energi yang memicu kekhawatiran inflasi dan kemungkinan kenaikan suku bunga oleh The Fed.

"Seiring kenaikan harga minyak, masih ada kemungkinan untuk The Fed menaikkan suku bunga karena ekspektasi inflasi meningkat akibat guncangan harga minyak yang terus berlanjut," ungkapnya.

Dia menambahkan bahwa target harga emas di level US$ 5.350 per troy ounce masih terlalu dini untuk dicapai saat ini.

Sementara itu, Nicky Shiels, Kepala Riset dan Strategi Logam di MKS PAMP, menyoroti bahwa tren kenaikan harga emas tahun lalu akibat penurunan nilai mata uang global mulai menjadi tema struktural yang mendorong investor ritel masuk pasar karena fenomena FOMO (fear of missing out).

"Meskipun emas memiliki momentum untuk bergerak lebih tinggi, harga telah naik melampaui batas wajar secara taktis dan ambang batas kenaikan suku bunga masih rendah," kata Nicky Shiels.

Meski demikian, Shiels menilai emas tetap menjadi lindung nilai terbaik terhadap penurunan nilai mata uang dan ketidakpastian politik di AS, sehingga kinerjanya tetap baik walau ada risiko suku bunga naik.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed