Harga Emas Melemah Jelang Pidato Ketua The Fed di Jackson Hole
Harga emas melemah pada perdagangan Jumat, 28 Agustus 2026, di tengah antisipasi pasar terhadap pidato perdana Ketua Federal Reserve (The Fed) Kevin Warsh dalam simposium Jackson Hole. Pasar menunggu sinyal mengenai arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat ke depan.
Harga emas turun 0,32% menjadi US$ 4.587,05 per ons troi, setelah sempat mencapai level tertinggi dalam lebih dari tiga bulan pada awal pekan. Harga emas berjangka AS juga turun 0,54% menjadi US$ 4.638,99 per ons troi, menurut data yang dilansir dari Investor Daily.
Menjelang pidato Warsh, analis senior StoneX Matt Simpson menilai peluang Warsh mengambil sikap hawkish lebih tinggi daripada dovish, yang bisa menekan harga emas dalam jangka pendek.
"Peluang Warsh mengambil sikap hawkish lebih besar dibandingkan kemungkinan sikap dovish," ujar Matt Simpson.
Simpson juga menyebut koreksi harga emas bisa menjadi kesempatan bagi investor yang tertinggal untuk kembali masuk pasar. Ia memprediksi harga emas berpotensi mencapai level US$ 5.000 per ons troi.
Data inflasi AS yang masih berada di atas target The Fed menambah perhatian pasar pada pidato Warsh. Indeks Personal Consumption Expenditures (PCE) naik 3,7% dalam 12 bulan hingga Juli, tidak berubah dari bulan sebelumnya.
Tekanan inflasi yang masih tinggi membatasi ruang bagi The Fed untuk melonggarkan kebijakan moneter dan membuka peluang kenaikan suku bunga lebih lanjut.
Pasar saat ini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada September sebesar 33,9%, dan peluang kenaikan hingga Desember mencapai 74%, menurut CME FedWatch Tool.
Strategist logam mulia OCBC Christopher Wong mengatakan harga emas masih didukung oleh meningkatnya partisipasi investor melalui exchange-traded funds (ETF) dan kontrak berjangka. Kekhawatiran terhadap kredibilitas fiskal AS serta pembelian emas oleh sektor resmi, termasuk bank sentral, juga menopang harga.
"Harga emas masih mendapat dukungan dari meningkatnya partisipasi investor melalui ETF dan kontrak berjangka," kata Christopher Wong.
Wong mengingatkan risiko konsolidasi tetap terbuka setelah reli harga emas yang cukup kuat. Pergerakan harga emas dalam waktu dekat sangat tergantung pada interpretasi pasar terhadap pidato Warsh.
"Sikap hawkish berpotensi mendorong imbal hasil obligasi dan dolar AS sehingga menekan emas. Sebaliknya, jika Warsh memberikan sinyal lebih lunak, emas berpeluang mendapat momentum kenaikan," tambah Wong.
Selain emas, harga perak spot turun 0,54% menjadi US$ 68,88 per ons, paladium melemah 0,61% menjadi US$ 1.344,6 per ons, dan platinum terkoreksi 0,52% menjadi US$ 1.840,65 per ons troi, dilansir dari Investor Daily.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow