Harga Emas Melonjak ke Level Tertinggi dalam Tiga Bulan di Pasar Global
Harga emas melonjak ke level tertinggi dalam lebih dari tiga bulan pada perdagangan Senin (24/8/2026) di pasar global, dipengaruhi oleh pembelian teknikal, pelemahan dolar Amerika Serikat (AS), dan meningkatnya permintaan sebagai aset lindung nilai, dilansir dari Investor Daily.
Harga emas di pasar spot naik 1,03% menjadi US$ 4.651,38 per ons troi, bahkan sempat menyentuh US$ 4.680,70, level tertinggi sejak 14 Mei 2026. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember ditutup naik 0,63% ke US$ 4.709,9 per ons troi.
Analis pasar dari American Gold Exchange, Jim Wyckoff, menyatakan bahwa faktor fundamental dan teknikal saat ini sama-sama mendukung penguatan harga emas.
"Fundamental dan teknikal mulai sejalan bullish untuk pasar emas," ujar Wyckoff.
Wyckoff menambahkan bahwa imbal hasil obligasi pemerintah AS yang stabil bahkan sedikit menurun turut memberikan dukungan bagi harga emas. Ia juga memprediksi tren kenaikan emas berpeluang berlanjut dalam beberapa pekan ke depan selama tidak muncul sinyal pembalikan teknikal.
Harga emas pekan lalu menembus rata-rata pergerakan 200 hari, yang menjadi indikator teknikal penting untuk melihat arah tren jangka menengah.
Permintaan produk investasi berbasis emas juga meningkat. World Gold Council melaporkan bahwa dana yang masuk ke ETF berbasis emas mencapai 46,7 metrik ton atau sekitar US$ 6,4 miliar pada pekan lalu, angka terbesar dalam 10 bulan terakhir dengan dominasi dari ETF di Amerika Utara dan Eropa.
Kenaikan harga emas juga dipicu oleh rencana buyback obligasi yang diumumkan Departemen Keuangan AS, yang menyebabkan dolar AS melemah ke level terendah dalam beberapa bulan terakhir. Pelemahan dolar membuat emas menjadi relatif lebih murah bagi pemilik mata uang lain sehingga meningkatkan daya tarik logam mulia tersebut.
Dari sisi geopolitik, pemerintahan Presiden AS Donald Trump memperluas sanksi terhadap entitas dan negara yang tetap menjalin hubungan bisnis dengan Iran, yang turut berkontribusi pada penguatan harga emas.
Pelaku pasar kini menantikan data inflasi AS berupa indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) yang akan dirilis pada Rabu (26/8/2026). Selain itu, pidato Ketua The Fed Kevin Warsh dalam simposium Jackson Hole pada Jumat (28/8/2026) juga menjadi perhatian penting untuk membaca arah kebijakan suku bunga AS.
Ekspektasi suku bunga menjadi faktor krusial bagi harga emas karena perubahan imbal hasil aset berbunga dapat memengaruhi daya tarik emas yang tidak memberikan imbal hasil.
Di pasar logam mulia lain, harga perak turun tipis 0,04% menjadi US$ 68,95 per ons, platinum melemah 0,03% menjadi US$ 1.880,5 per ons, sementara palladium naik 0,7% ke US$ 1.355,55 per ons.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow