Kevin Warsh Tegaskan Inflasi Belum Melambat, Harga Emas Tertekan

Smallest Font
Largest Font

Ketua Federal Reserve, Kevin Warsh, menyatakan inflasi AS belum melambat dan kondisi keuangan saat ini tidak restriktif, yang bisa menekan harga emas dalam waktu dekat, menurut laporan dari Investor Daily.

Bart Melek, Kepala Riset Komoditas di TD Securities, memprediksi harga emas akan terus melemah meskipun dolar AS mengalami tekanan. Ia menyebutkan bahwa intervensi Departemen Keuangan terhadap pasar obligasi jangka panjang sempat mendorong harga emas naik, namun kenaikan itu kemungkinan akan berbalik turun ke kisaran US$ 4.200 hingga US$ 4.700 per troy ounce pada akhir tahun.

Melek menilai sikap hawkish Warsh lebih jelas dibandingkan Juli lalu. Ia menyatakan, "Kondisi ekonomi bertahan cukup baik, sementara inflasi masih berada di atas target. Pasar kini mulai memperhitungkan adanya kenaikan suku bunga Fed Funds pada bulan September dan Desember."

Kemudian Melek menambahkan, "Namun, begitu inflasi stabil, di tengah kondisi pasar minyak yang lebih seimbang dan permintaan agregat yang melemah akibat suku bunga yang lebih tinggi; The Fed seharusnya memiliki keyakinan lebih besar untuk melonggarkan kebijakan pengetatan demi memenuhi mandat penciptaan lapangan kerja maksimal, yang pada gilirannya mendukung pergerakan harga emas dapat mencapai US$ 5.350 per troy ounce untuk kuartal ketiga tahun 2027."

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed