Harga Emas Dunia Melonjak ke Level Tertinggi Dua Bulan

Smallest Font
Largest Font

Harga emas dunia melonjak ke level tertinggi dalam lebih dari dua bulan pada Kamis, 13 Agustus 2026, setelah data inflasi Amerika Serikat yang melandai memicu ekspektasi bahwa Federal Reserve akan menahan suku bunga acuan pada September.

Emas spot sempat menyentuh level tertinggi di US$4.449 per troy ons sebelum terkoreksi ke kisaran US$4.377 akibat aksi profit-taking investor. Laporan Biro Statistik Tenaga Kerja AS menunjukkan indeks harga konsumen Juli tumbuh 3,4% secara tahunan, melambat dari 3,5% pada Juni.

Pelemahan laju inflasi tersebut langsung berdampak pada penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS dan Indeks Dolar AS. CME FedWatch Tool mencatat probabilitas kenaikan suku bunga acuan The Fed pada September turun drastis ke angka 32% hingga 40%.

Analis pasar Marex mengulas kondisi makro ekonomi yang tengah menopang pergerakan logam mulia tersebut.

"Data inflasi cukup menggembirakan. Angkanya memang lebih tinggi dibandingkan bulan lalu, tetapi masih sesuai dengan ekspektasi. Ditambah pelemahan dolar AS dan faktor teknikal, semuanya turut menopang kenaikan harga emas," kata Edward Meir, analis Marex.

Ekspektasi penahanan suku bunga acuan ini dinilai memberikan ruang bagi pergerakan emas karena memangkas biaya peluang memegang aset tanpa imbal hasil.

"Kejutan besarnya adalah tidak ada kejutan, semua data sesuai dengan ekspektasi pasar. Laju inflasi tidak terakselerasi. Ditambah dengan pasar tenaga kerja yang lemah, ini memberi waktu bagi The Fed untuk menunggu," kata Chris Zaccarelli, Chief Investment Officer di Northlight Asset Management.

Meskipun demikian, lembaga keuangan MUFG memperingatkan adanya potensi risiko geopolitik yang dapat memicu lonjakan inflasi kembali di masa mendatang.

"Mendukung pandangan kami bahwa The Fed kemungkinan akan mempertahankan suku bunga pada September," kata Analis di MUFG/BTMU.

Pihaknya menambahkan bahwa situasi ketegangan di kawasan Timur Tengah masih perlu diwaspadai pelaku pasar.

"Pasar suku bunga AS kemungkinan tidak akan banyak memangkas ekspektasi kenaikan suku bunga dalam waktu dekat, mengingat kenaikan masih belum dapat dikesampingkan," kata Analis di MUFG/BTMU.

Analis MUFG juga menyoroti risiko kenaikan harga energi akibat konflik jalur pelayaran internasional.

"Minimnya kemajuan dalam pembukaan kembali Selat Hormuz dan tingginya harga energi terus menimbulkan risiko kenaikan inflasi dalam waktu dekat," kata Analis di MUFG/BTMU.

Arah kebijakan monetari bank sentral AS tersebut dinilai masih memerlukan petunjuk yang lebih rinci dari kepemimpinan terbaru.

"Kurangnya panduan ke depan yang jelas dari Ketua The Fed Kevin Warsh membuat lebih sulit untuk menilai bagaimana mereka kemungkinan akan menetapkan kebijakan ke depan," kata Analis di MUFG/BTMU.

Penguatan harga emas juga ditopang oleh aksi pembelian berlanjut dari bank sentral global, termasuk People's Bank of China yang menambah cadangan emas selama 21 bulan berturut-turut hingga mencapai 76,08 juta troy ounce pada Juli.

Analis pasar keuangan melihat adanya level krusial yang harus dilalui emas untuk melanjutkan tren penguatannya.

"Para pembuat kebijakan The Fed kemungkinan hanya memiliki sedikit urgensi tambahan untuk menaikkan suku bunga bulan depan," kata Analis Pasar.

Secara teknikal, pergerakan emas masih berpotensi menguji level perlawanan terdekat di kisaran US$4.460 per troy ons.

"Emas perlu menembus dan bertahan di atas kedua level tersebut untuk membuka peluang penguatan lebih lanjut menuju USD5.000 per ons," kata Tony Sycamore, Analis Pasar Senior IG.

Pasar kini menantikan rilis data Indeks Harga Produsen (PPI) AS untuk mengukur arah inflasi di tingkat produsen serta membaca langkah kebijakan moneter The Fed selanjutnya.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed