Harga Emas Melemah ke Level US$ 4.368 Per Ons Troi

Smallest Font
Largest Font

Harga emas spot mengalami penurunan 0,5 persen ke posisi US$ 4.368,15 per ons troi pada perdagangan Selasa (11/8/2026), setelah gagal mempertahankan posisinya di atas level US$ 4.400. Seperti dilansir dari Investor Daily, para pelaku pasar saat ini tengah menantikan data inflasi Amerika Serikat untuk memproyeksikan arah suku bunga The Fed.

Sebelum melemah, emas sempat menyentuh level tertinggi dalam dua bulan terakhir di angka US$ 4.434,84 per ons troi. Penguatan tersebut membawa harga emas mendekati rata-rata pergerakan 100 hari di posisi US$ 4.387,92 yang menjadi level teknikal penting. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS ditutup menguat sekitar 0,5 persen pada level US$ 4.441,10 per ons troi.

Pergerakan harga ini terjadi seiring fokus pasar yang tertuju pada data indeks harga konsumen (CPI) AS yang dijadwalkan rilis Rabu (12/8/2026) serta data indeks harga produsen (PPI) pada Kamis (13/8/2026). Data tersebut diprediksi memengaruhi ekspektasi kebijakan moneter, menyusul laporan ketenagakerjaan AS periode Juli yang melandai dan sempat memicu lonjakan harga emas sebesar 2,4 persen dalam sehari.

Pihak Zaner Metals memberikan pandangannya terkait ekspektasi pasar terhadap rilis data ekonomi mendatang.

"Pasar menantikan data inflasi pekan ini untuk mendapatkan konfirmasi bahwa inflasi terkendali," kata Peter Grant, Wakil Presiden sekaligus Senior Metals Strategist Zaner Metals.

Ekspektasi terhadap pemangkasan suku bunga pada September mendatang sempat menguat di tengah melesunya data tenaga kerja.

"Emas masih cukup diminati setelah kekecewaan terhadap data tenaga kerja pekan lalu mengikis ekspektasi kenaikan suku bunga pada September," ujar Peter Grant, Wakil Presiden sekaligus Senior Metals Strategist Zaner Metals.

Berdasarkan CME FedWatch Tool, spekulasi pasar menunjukkan peluang kenaikan suku bunga pada September berada di angka 50 persen, sedangkan peluang kenaikan pada Desember mencapai 79 persen. Suku bunga yang tinggi cenderung menekan daya tarik emas karena logam mulia tidak menghasilkan imbal hasil.

Pengetatan moneter secara bertahap juga dinilai perlu untuk menjaga kestabilan ekonomi jangka panjang.

"Saat ini merupakan waktu yang tepat untuk mulai menaikkan suku bunga secara bertahap guna menghindari kebutuhan kenaikan yang lebih tajam di kemudian hari," kata Beth Hammack, Presiden The Fed Bank of Cleveland.

Pelemahan harga juga melanda komoditas logam lainnya. Harga perak spot tercatat anjlok 1,55 persen ke level US$ 64,7 per ons, platinum jatuh 0,79 persen ke posisi US$ 1.743 per ons, dan palladium merosot 0,92 persen menjadi US$ 1.370,12 per ons.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed