Harga Emas Merosot Tembus Level Teknikal Penting
Tekanan berat melanda harga emas hingga menembus batas teknikal krusial usai ditutup anjlok 2,77 persen ke level US$ 4.329,04 per ons troi pada perdagangan Selasa (1/9/2026), sebagaimana dilansir dari Investor Daily. Pergerakan tersebut mendekatkan komoditas ini ke area batas dukungan utama pasar.
Pelemahan ini terakselerasi oleh lonjakan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat, dengan tenor 10 tahun sempat menyentuh 4,75 persen dan tenor 30 tahun berada di kisaran 5,28 persen. Kondisi tersebut mengurangi daya tarik emas sebagai aset tanpa imbal hasil, di tengah memuatnya ekspektasi pengetatan kebijakan moneter.
Analis komoditas Blue Line Futures Phil Streible memantau ketat pergerakan harga pada level batas US$ 4.350 per ons troi. Ia menekankan bahwa area terendah pertengahan Agustus di level US$ 4.378 per ons troi menjadi garis krusial penentu arah tren selanjutnya.
"Jika harga emas kembali menembus level tersebut ke bawah secara meyakinkan, tekanan jual berpotensi semakin besar. Kondisi itu bahkan dapat memunculkan spekulasi bahwa harga emas bisa bergerak menuju US$ 4.000 per ons troi," kata Phil Streible, Analis Komoditas Blue Line Futures.
Streible menjelaskan lebih menitikberatkan pengamatan pada harga penutupan ketimbang fluktuasi harian. Penurunan sesaat di bawah level teknikal dianggap belum menjadi konfirmasi perubahan arah pergerakan harga secara permanen.
"Karena itu, kenaikan suku bunga untuk merespons inflasi akibat gangguan pasokan berisiko menjadi kebijakan yang justru menekan pertumbuhan ekonomi," ujar Phil Streible, Analis Komoditas Blue Line Futures.
Ekspektasi kenaikan suku bunga acuan oleh Bank Sentral AS kini melonjak mendekati 70 persen untuk pertemuan pertengahan September. Sentimen hawkish tersebut menguat seiring pernyataan Gubernur The Fed Michael Barr yang menegaskan kesiapan menaikkan suku bunga jika inflasi tetap tinggi.
Di sisi lain, data ketenagakerjaan AS memperlihatkan ketahanan ekonomi dengan jumlah lowongan kerja Juli naik menjadi 7,27 juta dan indeks manufaktur Agustus mencatatkan ekspansi beruntun. Pelaku pasar selanjutnya menanti laporan tenaga kerja resmi serta rilis data inflasi konsumen sebelum keputusan suku bunga diumumkan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow