Harga emas anjlok setelah data inflasi AS menguatkan ekspektasi The Fed
Harga emas jatuh lebih dari 1 persen pada perdagangan Rabu setelah data inflasi AS menunjukkan tekanan harga masih tinggi dan meningkatkan spekulasi The Fed menaikkan suku bunga pada bulan depan, menurut Investor Daily.
Emas ditutup anjlok 1,38 persen menjadi US$ 4.594,68 per ons troi, gagal bertahan di level psikologis US$ 4.600. Emas sempat menyentuh level tertinggi sejak 14 Mei sebelum berbalik turun, dilansir dari Investor Daily.
Harga emas berjangka AS juga melemah 0,99 persen menjadi US$ 4.647,9 per ons troi. Tekanan lain datang dari penguatan dolar AS, dengan indeks dolar naik 0,3 persen sehingga harga emas dalam dolar terasa lebih mahal bagi mata uang lain, kata Investor Daily.
"Pergerakan harga emas hingga data hari ini hanya merupakan aksi ambil untung. Data PCE sebagian besar sesuai dengan ekspektasi, sehingga harga kini berkonsolidasi dalam kisaran perdagangan kemarin," kata Wakil Presiden sekaligus Senior Metals Strategist Zaner Metals Peter Grant.
Data Personal Consumption Expenditures atau PCE Price Index yang menjadi acuan The Fed meningkat 3,7 persen secara tahunan hingga Juli 2026, sedikit di atas proyeksi ekonom 3,6 persen dari survei Reuters, dilansir dari Investor Daily.
Hasil itu mengubah ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter. Berdasarkan CME FedWatch Tool, peluang kenaikan suku bunga pada bulan depan naik menjadi 40 persen dari 36 persen sebelum data dirilis, menurut Investor Daily.
Sementara itu, peluang The Fed mempertahankan suku bunga berada di kisaran 60 persen. Investor Daily juga mencatat emas yang tidak memberikan imbal hasil biasanya mendapat tekanan saat suku bunga dan imbal hasil aset berbunga meningkat.
Meski terkoreksi tajam, Investor Daily mengutip penilaian bahwa tren kenaikan emas masih berpeluang berlanjut. "Saya pikir tren kenaikan emas mulai kembali menguat," ujar Grant.
Investor Daily melaporkan Grant melihat peluang harga emas menembus US$ 5.000 per ons troi tahun ini, serta potensi mencetak rekor tertinggi baru pada kuartal II-2027. Pasar juga mencermati geopolitik, dengan Iran dan Oman masih membahas detail kesepakatan terkait Selat Hormuz menurut seorang sumber senior Iran, dan Garda Revolusi Iran menyatakan kedua negara telah menyepakati mekanisme pembagian jalur perairan dan pendapatannya, dilansir dari Investor Daily.
Di pasar logam lainnya, perak spot turun 0,7 persen menjadi US$ 68,11 per ons, platinum ambles 1,43 persen menjadi US$ 1.835,33 per ons, sedangkan palladium melemah 0,59 persen menjadi US$ 1.327,34 per ons, kata Investor Daily.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow