Harga Emas Diproyeksi Mampu Tembus US$ 10.000 per Troy Ounce

Smallest Font
Largest Font

Proyeksi harga emas global berpotensi menembus level US$ 10.000 per troy ounce dalam jangka panjang meny meny menyikapi lonjakan utang pemerintah Serikat dan ketidakpastian fiskal global, sebagaimana dilansir dari Investor Daily pada Jumat (28/8/2026).

Lonjakan harga emas hingga 15 persen pada Agustus 2026 mencatatkan performa bulanan terbaik sejak Januari 1999. Penguatan ini dipicu oleh rendahnya porsi alokasi dana investasi emas yang saat ini masih di bawah 1 persen dari total aset ETF dan reksa dana global.

Kepala Strategi Emas di State Street Investment Management, Aakash Doshi memprediksi potensi penguatan harga logam mulia tersebut di masa mendatang.

"Menurut saya, harga di US$ 10.000 itu masalah kapan akan terjadi, bukan apakah itu akan terjadi," ujar Aakash Doshi, Kepala Strategi Emas di State Street Investment Management.

Kenaikan porsi alokasi strategis investor global menjadi 3 persen dinilai sudah cukup untuk menciptakan dorongan permintaan yang masif menuju level tersebut.

"Di State Street, kami tidak pernah menganggap tren itu hilang; kami hanya menganggapnya sedang jeda. Dan sekarang, menurut saya tren itu hidup kembali," ujar Aakash Doshi.

Faktor moneter seperti pelunakan data pasar tenaga kerja AS, penundaan kebijakan ketat Federal Reserve, serta peningkatan pembeliaan kembali obligasi jangka panjang oleh Departemen Keuangan AS turut menopang tren positif ini. Ditambah lagi, utang pemerintah AS yang telah melebihi US$ 40 triliun semakin mengukuhkan peran emas sebagai aset moneter global utama.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed