Analis Société Générale Proyeksikan Harga Emas Tembus US$ 4.600
Analis dari Société Générale memproyeksikan emas terus memegang peran krusial dalam portofolio investasi seiring lonjakan minat investor setelah harga menembus US$ 4.600 per troy ounce pada Rabu (26/8/2026). Dilansir dari Investor Daily, lembaga keuangan tersebut menilai logam mulia sebagai satu dari tujuh aset utama untuk lindung nilai terhadap risiko inflasi jangka menengah. Risiko inflasi tersebut didorong oleh kebijakan tarif baru Amerika Serikat, percepatan investasi teknologi kecerdasan buatan, volatilitas harga minyak, serta pembengkakan defisit anggaran di negara-negara maju.
Société Générale menilai ekspektasi pasar saat ini terhadap kebijakan Federal Reserve belum sepenuhnya memperhitungkan deretan risiko tersebut.
"Mengingat sebagian besar penyesuaian kebijakan ketat (hawkish) telah tercermin dalam pasar keuangan, risiko penurunan harga emas tampaknya semakin terbatas," ujar para analis Société Générale. Selain faktor inflasi, dukungan terhadap pergerakan harga komoditas ini juga datang dari tingginya volume pembelian oleh sektor resmi.
Bank sentral China terus menambah cadangan emasnya, sementara bank sentral di pasar negara berkembang menjadikan diversifikasi cadangan sebagai prioritas struktural. "Seiring meredupnya permintaan spekulatif dan tetap kuatnya pembelian oleh sektor resmi, bank sentral semakin menjadi penopang utama bagi pasar emas," beber mereka.
Di sisi lain, dinamika geopolitik turut memengaruhi premi risiko pasar, terutama akibat memanasnya kembali hubungan Amerika Serikat dengan Iran serta potensi gangguan lalu lintas di Selat Hormuz. Kendati tidak terjadi gangguan pasokan langsung, perubahan rute pelayaran dan penataan ulang rantai pasok diperkirakan tetap menekan biaya logistik. "Emas sebaiknya tidak dipandang sebagai satu-satunya lindung nilai inflasi dalam portofolio," kata para analis Société Générale.
Sebagai penutup kajiannya, bank tersebut menekankan pentingnya menempatkan emas sebagai bagian dari strategi investasi yang lebih luas guna memitigasi potensi ketidakstabilan ekonomi.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow